Uncategorized

Low Signal

Hp secanggih apapun, dengan teknologi semutakhir apapun di dalamnya, sama sekali tiada guna apabila ia tak dapat digunakan untuk berkomunikasi akibat sinyal yang lemah. Tidak peduli keunggulan-keunggulan lainnya semisal tahan banting, mampu bertahan di dalam air, bodi yang tipis, dan lain-lain, ketika sinyalnya lemah.. semua kecanggihan hp tersebut jadi batal memukau, gagal mempesona.

Manusia itu canggih. Hasil produksi paling canggih yang pernah ada. Coba tantang para ilmuwan dan praktisi hebat yang namanya mendunia, bisakah ia menciptakan manusia persis seperti aslinya? Tidak. Andaikata para ahli dari berbagai bidang, semisal fisika, kimia, biologi, berkolaborasi sekalipun, mungkinkan bisa tercipta manusia? Tidak. Manusia terbentuk dari berbagai komponen kompleks yang pelekatannya sangat di luar nalar. Proses kerja antara satu komponen dengan kompnen lainnya pun super rumit. Bayangkan alur kerja sistem pernapasan: udara yang terhirup secara otomatis masuk melalui lubang hidung, kemudian bisa tepat masuk ke tenggorokan, kemudian ke paru-paru, dan di paru-paru tersebut dipompa secara otomatis. Alur kerja sistem pencernaan: makanan atau minuman masuk melalui mulut dan tepat masuk melalui kerongkongan, kemudian lambung, di lambung dilumatkan lebih dulu dengan gerakan peristaltik yang juga otomatis, sebagian yang berguna diangkut oleh darah untuk menjadi nutrisi bagi sel-sel tubuh, dan sebagian lain yang tidak berguna akan jadi ampas yang dibuang melalui saluran pembuangan. Oh betapa banyaknya saluran di tubuh ini, tapi tak ada satupun udara yang salah jalan ke saluran pencernaan, atau makanan yang salah jalan ke saluran pernapasan. Program yang menghasilkan otomatisasi seperti ini pastilah program yang sangat detail. Bayangkan saja, otomatisasi ini berlangsung selama hidup, tanpa perlu di-charge. Betapa repotnya kan kalau otomatisasi tubuh kita butuh isi ulang daya.

Maka sepakat kah manusia itu produksi tercanggih yang ada di alam semesta? Kalau saya sih yes.

Tak sulit menemukan produksi tercanggih di alam semesta itu. Tinggal bercermin, dan temukan bayangan yang dipantulkannya. Ya, kita ini adalah contoh terdekat kecanggihan itu. Tapi seperti halnya hp, secanggih apapun.. jika sinyalnya lemah, maka tiadalah gunanya.

Apakah sinyal itu bagi kita?

Oke kita telusuri. Dimana biasanya sinyal hp umumnya sangat lemah? Saya izin bantu menjawab.. di gunung. Sepakat? Teman-teman saya yang merupakan para pendaki sering bercerita, “Wah kalau udah di puncak gunung mah udah susah kalau mau upload foto langsung. Pasti harus latepost. Maklum lah.. nggak ada sinyal kalau di puncak.” Selain di gunung, bisa juga sinyal lemah di tempat-tempat yang dataran rendah. Dimana? Ya, di dalam lift.

Perhatikan ini, dimanapun sinyal hp melemah, prinsipnya adalah sama: hp tersebut tidak terjangkau oleh transmisi atau satelit server provider yang kita pakai. Jadilah sinyal di hp kita lemah bukan karena sinyalnya benar-benar hilang, toh di hp lain, dengan provider yang sama, barangkali ada sinyalnya, bahkan kuat. Ini tentang posisi hp kita terjangkau servernya atau nggak.

Server adalah pusat. Ia pengendali. Siapakah pengendali diri kita? Diri sendiri? Oh betapa sombongnya ia yang berkata demikian. Memangnya otomatisasi dalam diri kita siapa yang buat? Siapa programmer-nya? Ada. Memang bisa pompa-pompa darah sendiri, pompa-pompa nafas sendiri?

Dialah Allah, Rabb Semesta Alam. Pencipta langit, bumi, dan segala apa yang ada di antara keduanya. Dialah pengatur segala urusan. Dialah pemberi rezeki. Dialah programmer kita, pembuat, pencipta, produsen kita. Maka kekuatan sinyal kita, tergantung pada sejauh mana kedekatan kita dengan servernya. Siapa? Dia, Allah subhanahu wata’alla.

Sinyal ini berkaitan dengan ketenangan hati. Semakin tak terhalang apapun, semakin kuat sinyalnya. Maka semakin dekat dengan Allah, semakin tenang dan semakin tenteram diri kita. Logika sederhananya, jika diri sedang tidak merasakan ketenangan, penuh kekhawatiran, atau bahasa teman saya: sedang gegana (gelisah galau gundah gulana), berarti sinyal kita sedang lemah. LOW SIGNAL. Kalau sinyalnya lemah, jangan salahkan server. Server itu tetap, fungsinya optimal, dan tidak kemana-mana. Yang pasti bergerak adalah bendanya, entah itu menjauh ataupun terhalang.

Allah tak pernah pergi menjauhi, sebab Dia lebih dekat bahkan dari urat nadi kita sendiri. Siapa yang menjauh? Diri. Bagaimana bisa menjauh? Sederhana, dengan melakukan kesalahan-kesalahan. Coba introspeksi dalam kegelisahan itu, adakah hal yang melalaikan kita dari mengerjakan perintah-Nya? Atau bahkan adakah hal yang sudah jelas-jelas dilarang-Nya kemudian masib kita kerjakan? Inilah yang menjauhkan kita dari-Nya. Kelalaian itu menurunkan sinyal keimanan.

Atau mungkin juga terhalang oleh sesuatu. Sesuatu yang membuat kita menduakan-Nya tanpa sadar. Semisal sudah ada server yang resmi, kemudian kita buat-buatlah server lain versi diri kita sendiri. Bisa berfungsi? Sulit. Tanpa sadar, kita suka membuat-buat sandaran diri selain Allah, melabuhkan harap pada selain Allah, tidak ridho dengan takdir-Nya sehingga berpaling dan membutuhkan manusia saja sebagai pelariannya. Inilah penghalang-penghalangnya. Servernya tetap, tapi karena penghalangnya banyak, atau mungkin hanya satu tapi besar, maka wajar jika sinyalnya lemah.

Bersyukurlah.. setidaknya sinyal tersebut masih lemah. Tidak sampai hilang. LOST SIGNAL. Hiii nggak mau. Kita bisa kehilangan segalanya, tapi selama masih ada iman, kita tetap aman. Tapi jika kita hilang keyakinan pada Allah, maka sebanyak apapun yang kita miliki, semuanya tiada guna lagi.

Ah rasanya tulisan ini telah mewakili nasihat saya untuk diri sendiri. Diri yang tak jarang merasakan sinyal yang lemah. Diri yang seringkali ketika hal itu terjadi tak langsung introspeksi, melainkan mencari-cari alasan itu dan ini. Alhamdulillah ya Allah Engkau masih terus memberikan kesempatan untuk bergerak menuju ke arah-Mu. Meski banyak kondisi membuat diri ini low signal, Engkau dengan Ar Rahman Ar Rahim-Mu menuntun kembali diri yang tertatih. Love You so much, ya Rabb..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s