Uncategorized

Dua Hari

Ada dua hari yang selalu dirayakan dengan penuh kegembiraan.

Satu, hari dimana kita dilahirkan.

Dua, hari dimana kita menemukan tujuan untuk apa kita dilahirkan.

 

 

SATU.

Hari dimana kita dilahirkan, menjadi lembaran pertama dalam buku kehidupan kita.

Ia menorehkan kebahagiaan besar, seminimal-minimalnya bagi kedua orang tua kita.

Pantas dirayakan dengan kegembiraan, karena setiap tahunnya kita jadi punya ruang untuk merenungi seberapa lagikah sisanya.

Ya, kan selama ini kita semua ini adalah manusia sok sibuk.

Jarang punya waktu khusus menganalisis sejauh mana perjalanan kehidupan diri.

Sibuk. Sangat sok sibuk.

Terbukti dengan pertanyaan wajib yang selalu diluncurkan saat pertemuan, “Hey, sibuk apa sekarang?”

 

Maka perayaan dalam bentuk perenungan saat menyambut hari dimana kita dilahirkan adalah perlu. Setidaknya setahun sekali. Dibiasakan.

Jika sudah terbiasa, dilakukan sebulan sekali, sampai dengan setiap hari.

Sebab orang yang terus merenung atas sisa waktunya di dunia, ia akan dibekali alarm atas setiap perilakunya.

Mau melakukan kesalahan, ia jadi tak kuasa. Besar kekhawatirannya mencapai batas akhir kehidupan, saat melakukan kesalahan.

Hidup begitu begitu saja tanpa pencapaian pun ia enggan.

Ia tak akan tega untuk hidup sia-sia.

Hari dimana kita dilahirkan seharusnya menjadi hari yang perayaannya penuh dengan tamparan.

Dan tiada tamparan yang lebih membahagiakan selain dari tamparan peringatan bahwa kehidupan ini sejatinya hanya dipinjamkan, bagi orang-orang yang sudah dilahirkan.

Tamparan inilah yang jika dimaknai dengan dalam, ia akan menjadi titik awal dalam sebuah pencarian yang paling bersejarah dalam kehidupan kita, yaitu pencarian sebuah jawaban atas pertanyaan, “Untuk apa saya dilahirkan?”

Karena semua orang tau bahwa dirinya dilahirkan, tapi tak banyak yang tau apa tujuannya.

Inilah proses pencarian panjang, yang jika tak lelah dilakukan, dan dijalani tak sendirian melainkan atas bimbingan, kita akan bertemu pada hari kedua yang akan dirayakan.

 

 

DUA.

Hari dimana kita menemukan tujuan untuk apa kita dilahirkan.

Hari itu akan menjadi hari yang rasanya sama persis seperti hari pertama kita dilahirkan.

Ya, rasanya seperti terlahir kembali.

Ya, kita baru akan sadar bahwa hari-hari sebelum kita menemukan tujuan untuk apa kita dilahirkan, ternyata hanyalah serangkaian hari yang biasa-biasa saja.

Inilah hari yang kepantasan untuk dirayakannya lebih besar.

Hari terjawabnya sebuah pencarian panjang.

Tapi ini bukanlah akhir.

Ia justru mula dari perjalanan berikutnya yang lebih jelas arahnya.

Karena setiap jiwa yang telah menemukan tujuan dirinya dilahirkan, ia akan terhantar pada pemahaman bahwa dirinya sedang berjuang.

Ada perbedaan antara keringat yang menetes sebelum perjuangan, dan yang menetes setelah perjuangan.

Pun segala pengorbanan yang tercurah sebelum perjuangan, dan setelah pengorbanan, jelas ada perbedaannya.

Tak ada yang lebih nikmat dari terhujamnya kepahaman atas apa yang sesungguhnya sedang diperjuangkan.

Tiap tiap diri sesungguhnya tak hanya dititipi kehidupan sebagai ujian, namun juga sebagai kendaraan.

Dan tidaklah kita dibekali kendaraan, jika tidak untuk mencapai suatu tempat.

Dunia yang dititipkan sebagai kendaraan ini besar. Amat sayang bila digunakan sendirian.

Ajak serta mereka yang kita sayangi, untuk juga menemukan jawaban atas pertanyaan, “Untuk apa mereka dilahirkan?”

Baru lah ajak mereka naik kendaraan yang sama, merajut kisah indahnya persaudaraan atas nama Sang Pencipta.

 

 

Itulah dua hari yang selalu dirayakan dengan penuh kegembiraan.

Satu, hari dimana kita dilahirkan.

Dua, hari dimana kita menemukan tujuan untuk apa kita dilahirkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s