Uncategorized

Rinduku Berlabuh di Derawan

Perasaan rindu itu adalah karunia yang luar biasa. Seperti yang saat itu saya rasakan. Saya sedang rindu pada ratusan teman-teman mahasiswa terpilih yang disatukan dalam suatu wadah bernama Beswan Djarum. Ya, sebuah program beasiswa untuk mahasiswa berprestasi se-Indonesia. Tenaaang.. ini bukan iklan, karena tidak dibayar. Hehe.

Sejak saya masuk kuliah, saya sudah bertekad untuk membabat habis beasiswa yang ditawarkan untuk para mahasiswa. Menurut saya sih harus begitu, karena sebetulnya bukan mahasiswa yang butuh beasiswa, tapi beasiswa lah yang butuh mahasiswa, supaya tidak mubazir. Iya kan? Maka betul itulah yang saya lakukan. Mulai dari beasiswa pendidikan, beasiswa pemerintah, beasiswa wirausaha, mengiringi langkah perkuliahan saya sehingga sampai saat ini kuliah saya gratis. Alhamdulillah..

Salah satunya yaitu pada saat saya kuliah tingkat 3, tepatnya di semester 5, saya begitu antusias saat mendapat informasi tentang sebuah beasiswa yang ditawarkan sebuah perusahaan swasta. Beswan nama programnya. Mungkin diambil dari rangkaian kata Best-One. Terlepas dari apa produknya secara korporasi, saya lebih berfokus pada benefit yang akan saya dapatkan jika saya dapat beasiswa tersebut. Saya pun akhirnya mengikuti serangkaian proses panjang seleksi mulai dari psikotest hingga Forum Group Discussion. Ah, perjuangan itu memang selalu menyenangkan.

381963_2844013380988_149563021_nSingkat cerita, di semester tersebut, terpilihlah saya sebagai salah satu mahasiswa di Indonesia yang menjadi seorang Beswan! Alhamdulillah. Very excited!! Maka satu tahun ke depan setelah pengumuman itu, saya mendapat dana beasiswa ditambah mengikuti rangkaian pelatihan softskill mulai dari Nation Building, Character Building, dan Leadership Development. Tak hanya itu, selama masa penerimaan beasiswa, saya mengenal keberagaman Indonesia dengan nyata di depan mata, sebab setiap rangkaian pelatihan softskill tersebut mempertemukan saya dengan ratusan mahasiswa berprestasi se-Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Tidak hanya ketemu dan kenalan, tapi juga beraktivitas bersama selama berhari-hari, juga dikelompokkan jadi teman sekamar. Jadi tau perbedaan bahasa, perbedaan karakter, perbedaan budaya. Ya Allah.. Indonesia betul-betul kaya raya *netes

tumblr_m69qb7GKzs1qjx07m

 

tumblr_m69qoy9L7O1qjx07m

Hari ini, kisah itu sudah menjadi kenangan. Kenangan yang tidak akan hilang meski lupa ingatan, karena tersimpannya bukan di alam pikiran, melainkan di dalam hati. Berinteraksi, belajar toleransi, bekerja sama, ah luar biasa! Teringat tantangan besar saat itu adalah kami semua dilabeli mahasiswa berprestasi dengan prestasi, karakter, dan kemampuan hebatnya masing-masing. Maka masalah saat bekerja sama adalah bukan soal tidak ada yang mau memimpin, tapi justru ketika semua mau memimpin. Hehehe.

***

 

Tepat di saat saya rindu berat kenangan itu, saya memutuskan untuk curhat. Ya sama siapa lagi kalau bukan sama yang pasti akan mendengar semua doa-doa. Allah subhanahu wata’alla. “Ya Allah, saya kangen banget sama aktivitas waktu jadi Beswan, sama temen-temennya, sama suasananya..”

Subhanallah nggak lama dari itu, tiba-tiba ada pesan singkat masuk ke handphone. Tring! Saya kaget. Saya baca. Nggak salah nih! Saya baca sekali lagi. Ah bener kok, dari beliau. Sebuah pesan singkat itu datang dari Pak Primadi Serad, direktur utama Djarum Foundation. Ini isinya..

“Pew, pemenang Writing Competition tahun ini akan dapat free pelatihan Grab Your Audience dari Mr. James Gwee di Jakarta. Masih ada sisa 4 seat pelatihan yang akan kami kasih ke alumni Beswan yang terpilih. Jumat Sabtu Minggu pekan depan kamu ada kegiatan? “

 

Saat itu saya girang luar biasa. Hati sampai deg-degan. Betulan deg-degan yang nggak karuan. Saya menengadah ke langit, “Ya Allah.. kontan begini jawaban-Mu.. Makasiiiiih ya Rabb..” Saya terharu betul. Satu karena doanya dikabulkan seketika. Dua karena saya sangat passionate di bidang public speaking sehingga pelatihannya tepat seperti yang saya butuhkan. Tiga karena dilatih oleh Mr. James Gwee itu masuk ke dalam list Dream Book saya. Maka segera saya berbalas pesan dan oke fix, Jumat saya meluncur ke Jakarta. Asli kegirangan, saya guling-guling di atas tempat tidur sambil ber-kyaaaa kyaaaa!

***

 

Keesokan paginya, saya melangkah ke kampus dengan senyum mengembang, senang. Hari itu mata kuliahnya Seminar Manajemen. Persiapan pra sidang bagi mahasiswa tingkat akhir. Pak dosen memulai perkuliahan dengan meminta mahasiswanya maju satu per satu untuk mengambil nomor urut presentasi seminar makalah penelitian untuk skripsi. Tiba giliran saya dan saya pun mengambil sebuah gulungan kertas berisi nomor urutan. Saya buka perlahan dan… JRENG!! Nomor urut 1!

Serentak sekelas riuh akan tepuk tangan. Mereka senang karena nomor keramatnya sudah keluar. Tapi saya tenang-tenang saja. Ya semua pasti sudah diatur sedemikian rupa. Tapi ketenangan itu berubah seketika saat pak Dosen bilang, “Pew.. nomor urut 1 tampil hari Jumat depan ya.” Jleb. Kaget. Bukan karena jarak presentasinya cuma satu minggu. Ini lebih kepada karena Jumat depan seharusnya saya meluncur ke Jakarta, ikut pelatihan Grab Your Audience sebagai alumni Beswan.

Hanya dalam hitungan detik saya langsung kecewa. Ah, saya nggak mungkin bisa ambil dua-duanya. Ini pilihan. Waaaah berat betul waktu itu. Saya rasanya nggak mau memilih. Kalau saya nggak ikut seminar di kampus, bisa-bisa saya tertunda menuju proses skripsi lainnya. Tapi kalau saya nggak ikut ke Jakarta, sedih banget. That’s one of my dreams.

Akhirnya.. setelah perenungan panjang, saya mengambil ponsel dan mengirimkan pesan pada pak Primadi Serad bahwa saya membatalkan diri ikut pelatihan di Jakarta. Beliau membalas dengan, “Are you sure? Nggak jadi? Serius?” Oh.. sudah lama rasanya tidak galau, merasakan kembali saat itu. Ditambah saya searching info bahwa 1 kursi pelatihan dengan Mr. James Gwee harganya bisa sampai jutaan. Berharga sekali. Tapi ya pada akhirnya, tetap harus memilih.

Seminggu saya mengerjakan proposal penelitian untuk dipresentasikan. Tapi tepat di Jumat pekan depan itu, saya malah sakit. Bukan karena fisik, tapi karena pikiran. Ya Allah.. malah tidak jadi dua-duanya. Saat itu betul-betul kecewa berat. Kecewa terbesarnya itu karena nggak jadi pergi ke Jakartanya. Saya curhat lagi sama yang Maha Mendengar, “Ya Allah.. aku betulan lagi rindu sama suasana berkumpul sama para penerima beasiswa Beswan..” dan mulai menangis.. Tidak tenang, saya memilih untuk mengambil Al Qur’an dan membacanya. Begitu Al Qur’an dibuka, mata saya langsung tertuju pada ayat ini.

“Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah Mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” QS Al Baqarah: 216

 

Tidak ada yang kebetulan. Allah mau menjawab doa, tapi tentu tak bisa interaksi langsung. Ayat itu jawabannya. Bisa jadi meskipun saya begitu ingin, tapi sesungguhnya itu tidak baik bagi saya. Allah lebih mengetahui, sedangkan saya banyak sok taunya. Makanya kecewa. Saya mengusap air mata dan mulai berbaik sangka kembali, mengikhlaskannya. Allah Maha Baik.

***

 

Hampir satu bulan berlalu. Di website Beswan, ada informasi dibukanya “Blog Competition 2013” dengan tema Bangga Indonesia. Wah, nggak ada salahnya nih ikutan. Lagipula saya memang suka menulis. Ya anggap saja sambil menyalurkan hobi, sambil didaftarkan ikut kompetisi. Jadi tujuannya bukan untuk menang, melainkan ya memang ingin menulis saja. Bahkan sampai kompetisi itu ditutup, saya nggak tahu apa hadiahnya. Hehehe. Tapi justru karena itu jemari saya lincah menari tanpa takut tulisannya jelek, takut tidak menarik, dan takut takut lainnya. Ah orisinil saja, apa adanya. Yang ada di pikiran, dituangkan. Bismillah.. tulisan saya pun diregistrasikan untuk kompetisi itu.

Satu bulan penjurian pun terlewati. Malam itu, tepat tengah malam, akan diumumkan pemenangnya via website. Para peserta Blog Competition begitu ramai menantikan. Kalau saya, malah sudah ada di alam mimpi. Lupa kalau hari itu pengumuman.

BC2

 

Pagi harinya, saya heran kok mention twitter dan bbm banyak sekali. Ini terjadi beberapa hari lalu. Saya bingung, ada apa ini ya. Akhirnya seorang teman minta saya akses twitter juga websitenya Djarum Foundation. Dan ternyata…

 BC

Alhamdulillaaaah ya Allah. Giliran tidak diharap-harap, malah Allah berikan. Sujud syukur nama saya ada di deretan pemenang Blog Competition 2013″. Sebuah tulisan yang saya ketik dengan tidak ditujukan menang, melainkan cukup dengan hati yang senang, ternyata justru yang menarik hati para juri. Ada rasa di atas kata. Inilah tulisannya –> “Aku dan Budi”

 BC3

Tapi habis itu saya bingung lagi.. apa hadiahnya? Saya tanya sama pemenang-pemenang lainnya, “Eh.. kita itu dapet hadiah apa ya?” Semua tertawa. Saya juga tertawa. Ckckck kok bisa tidak tahu hadiah dari kompetisi yang diikuti. Saya mengakses twitter dan.. taraaa!

BC4

Wah, hadiahnya itu paket wisata bahari ke Pulau Derawan! Waaah! Pulau Derawan itu dimana ya? *plaaaak. Saya ini banyak nggak taunya soal kompetisi itu. Semua tertawa lagi. Mereka pun menunjukkan foto-foto kepulauan Derawan yang ternyata sebuah tempat di Indonsesia yang begitu eksotis, di Berau Kalimantan. InsyaAllah akan saya kunjungi akhir tahun 2013 ini bersama para Beswan pemenang Blog Competition 2013. Yaaay!

Kepulauan-Derawan-Salah-Satu-Tujuan-Tempat-Eksotis-di-Berau

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Subhanallah.. ayat Al Baqarah: 216 yang Allah hadirkan sebagai jawaban itu benar. Benar-benar terjadi. Allah lebih tahu, sedang kita tidak mengetahui. Saat kita banyak meprotes ‘cara kerja-Nya’, barangkali Dia justru sedang tersenyum menatap kita, sebab Dia tau.. begitu kita rela, ridho, dan ikhlas.. akan Allah gantikan dengan yang jauuuuh lebih baik, melebihi ekspektasi kita. Dan tanggal 11, 12, 13 November 2013 ini pun saya beserta pemenang lainnya diundang hadir ke Semarang untuk prosesi penganugerahan hadiah Blog Competition 2013. Alhamdulillaaaaah..

Terimakasih ya Allah. Engkau mengobati kerinduan hati ini dengan cara-Mu. Berlabuh di Kepulauan Derawan :’)

One thought on “Rinduku Berlabuh di Derawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s