Uncategorized

Look Inside, Not Outside

“Masalah yang sebenarnya adalah ketidaktahuan kita bahwa kita lah sumber masalahnya.” – Febrianti Almeera

Selama kita masih diberi kesempatan hidup, maka selama itu pula kita akan selalu berhadapan dengan berbagai permasalahan hidup. Sunatullah. Masalah hadir sebagai akibat dari suatu penyebab. Dan penyebab termudah yang kita cari dan temukan saat ditimpa masalah selalu berasal dari luar diri kita. Itulah kenapa hal yang paling sering kita lakukan tanpa kita sadari saat bermasalah adalah menyalahkan orang lain ataupun keadaan.

“Ah, papa jadi terlambat ke kantor.. Mama sih masak sarapannya kelamaan!”

“Aku terpaksa cuti kuliah nih gara-gara sistem pembayaran SPP Auto-Debet nya sempet error!”

“Kalau karyawan kerjanya bener, bisnisku pasti sudah tumbuh dari dulu!”

“Bisnisku bangkrut soalnya uangnya dibawa lari orang!”

Bukankah kita tahu bahwa setiap perbuatan yang kita tanam, kita sendirilah yang akan memetik buahnya. Maka jika buahnya adalah suatu masalah, berarti di masa lalu.. kita pernah menanam bibit masalah. Kita jarang menyadari bahwa sebetulnya, setiap kejadian buruk yang menimpa diri kita sumbernya pasti dari perbuatan diri kita sendiri. Orang lain ataupun lingkungan itu hanya tempat lewat masalahnya saja, tapi sumbernya tetap perbuatan kita.

***

Beberapa waktu lalu, usai saya mengisi materi “Grow with Public Speaking” di acara komunitas Great Muslimah Bandung, seorang peserta muslimah menghampiri saya, kemudian dia berkata.. “Teh, saya baru saja ditimpa musibah. Bisnis saya hancur, uang saya dibawa lari orang, dan sekarang saya berhutang sekitar 50 juta rupiah. Teteh kan juga pernah berhutang lebih besar dari saya dan bisa cepat melunasinya, tolong ajarkan saya caranya, ilmu bisnisnya teh..”

Saya tersenyum, saya ajak ia berbincang sebentar. “Hutang saya dulu bisa lunas, itu di luar logika saya. Sampai lunas pun sejujurnya saya nggak begitu ngerti kok bisa. Secara ilmu bisnis, saya ya ikhtiar terus jalanin aja bisnisnya. Nggak terlalu banyak strategi ini itu. Biasa-biasa saja. Selebihnya.. itu kuasa Allah. Allah yang memampukan, Allah yang memudahkan.”

Mendengar uraian tersebut, ia terdiam. Terlihat guratan kebingungan di wajahnya. Wajar.. namanya sedang dihimpit masalah, agak sulit untuk menafsirkan sesuatu yang tidak bersifat teknis. Maka dia bertanya lagi, “Jadi gimana teh? Apa yang harus saya lakukan? Saya pengen hutangnya lunas. Saya kejar orang yang bawa kabur uangnya nggak tau kemana sekarang.”

Saya tersenyum lagi. Saya bilang, “Lupakan soal hutang itu untuk minimal satu minggu ke depan.” Kemudian dahinya mengerut. Mungkin dalam hatinya ia berkata, “Kok orang pengen lunasin hutang malah diminta lupain hutangnya..”

“Dalam waktu-waktu ke depan, lupakan sementara hutangnya, dan mulai ingat-ingat.. adakah kesalahan-kesalahan yang pernah kamu lakukan di masa lampau. Mungkin menyakiti orang, sengaja mengambil hak orang lain meskipun sedikit, merugikan orang lain, atau apapun yang merupakan kesalahan. Setelah ingat, temui Allah dengan rutin. Baiknya di sepertiga malam. Mohon ampunan pada Allah, barangkali perkara ini merupakan akibat dari perbuatan burukmu di masa lampau. Dan sebab kita sama-sama tidak tahu perbuatan buruk mana yang menuai akibat berupa masalah ini, maka mohon ampunlah atas semua perbuatan. Bahkan kalau bisa, selesaikanlah perbuatan buruk itu. Bila pernah menyakiti orang, temui.. mohon maaf pada mereka. Bila pernah mengambil hak, penuhi haknya. Sebab itulah yang saya lakukan ketika permasalahan yang sama menimpa saya dahulu. Tentu saja saya pun berikhtiar terus seperti terus berjualan dll. Tapi ya selebihnya, karena Allah ridho, lunaslah perkara hutang saya dulu. Sederhana.”

Alhamdulillah, muslimah itu tersenyum dan berujar, “Terimakasih teh, jumlah hutang saya tetap, tapi saya jadi lebih tenang sekarang. Saya teringat beberapa kesalahan, dan saya akan mulai fokus menemui Allah dan memohon ampun dulu.. terimakasih teh..”

***

Menyalahkan hal-hal di luar diri kita hanya akan menambah lelah dan kesal, dan jelas tidak menyelesaikan masalah itu sendiri, sebab mereka memang bukan sumber masalahnya. Sumber masalahnya itu DIRI KITA SENDIRI yang tidak menyadari bahwa perbuatan kita lah penyebab masalahnya. Kita lebih sering repot membicarakan perilaku orang atau kejadian yang merugikan kita untuk kemudian menyalahkannya, dibandingkan dengan bermuhasabah dan meminta ampunan terhadap kesalahan diri di masa lampau yang barangkali menjadi sebab bagi hadirnya masalah di saat ini.

Banyak yang berupaya menyelesaikan masalah dunia, dengan cara fokus mencari alat-alat penyelesaian dunia. Belajar ilmu, baca buku, berguru, dll. Itu cara yang baik dan sama sekali tidak salah. Tapi ada hal yang lebih mendasar daripada itu, ada yang lebih substansial. Seluruh hal yang terjadi di dunia ini berada di dalam genggaman Allah. Allah bisa memutar balikkan suatu keadaan semudah membalikkan telapak tangan. Maka sebelum kita jedak jeduk ikhtiar bumi, tengoklah dulu ke atas. Lakukan ikhtiar langit. Minta keridhoan dari pemilik dunianya langsung. Dessss!!! Lebih mantap.

Maka bila saat ini kita sedang dihimpit kesulitan, merasa sedih, diliputi amarah besar, dihampiri banyak kejadian yang tidak menyenangkan.. jangan cepat-cepat menyalahkan orang lain ataupun keadaan. Ambil waktu untuk merenung, barangkali itu merupakan buah dari benih kesalahan yang pernah kita tanam, kemudian mohonlah ampunan kepada Allah terlebih dahulu atas kesalahan-kesalahan tersebut, semoga Allah ridho atas ikhtiar yang akan kita lakukan untuk menyelesaikan segala permasalahan tersebut.

“If you found a problem in your life.. look inside, not outside..” – Febrianti Almeera

One thought on “Look Inside, Not Outside

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s