Uncategorized

Untuk ‘Guru’-ku

“Tiada seorang pun yang mampu bertumbuh sendirian, tanpa seorang guru..” – Febrianti Almeera

Guru adalah sosok yang luar biasa. Darinya kita dapat mempelajari banyak hal, yang berguna bagi kehidupan. Ya, sejatinya memang semua itu pemberian Allah, karunia Allah.. tapi guru lah yang menjadi jalan atau wasilah terpilih-Nya. Guru yang saya maksud disini bukanlah guru formal yang mengajar di dalam bangunan sekolah, melainkan guru-guru yang bertebaran di sekeliling kita, yang menghantarkan tidak hanya pengetahuan, tapi juga pemahaman, bahkan pengalaman. Guru yang seperti ini tidak terikat usia. Bisa jadi ia lebih muda, atau mungkin berjarak hanya beberapa tahun di atas kita. Guru seperti ini biasanya dianugerahi Allah sebuah kehidupan yang tidak umum. Berisikan berbagai pengalaman mendewasakan, yang tidak semua orang berani lakukan. Kemudian dari pengalamannya, lahir sebuah pengajaran, yang bisa ia bagikan, untuk menyelamatkan.. agar tak banyak yang terjerumus dalam kesesatan, dan berduyun-duyun bergerak ke arah kebaikan. Subhanallah..

Sesuai dengan title post dan prolog di atas, kali ini saya akan bercerita tentang seorang guru, yang atas izin Allah.. tumbuh bersama saya, sejak beberapa tahun ke belakang. Based on my own experiences..

Beliau adalah seorang yang masih sangat muda. Hanya terpaut usia beberapa tahun saja di atas saya. Pertemuan pertama kami adalah saat saya menjadi moderator dalam sebuah acara pengkaderan mahasiswa di kampus jurusan saya, dimana beliau adalah pembicara yang hadir pada sesi saya. Sebuah pertemuan formal yang singkat. Saya membuka acara, membacakan Curriculum Vitae-nya, dilanjut dengan mempersilakannya berbicara, kemudian mengambil kesimpulan, dan selesai. Tidak ada sedikit pun yang terlalu berarti saat itu, selain peninggalan kesan kagum akan cara berpikir dan cara berbicaranya yang berbobot tapi menyenangkan. Maklum, saya saat itu masih menjadi seorang announcer radio, jadi segala hal yang berhubungan dengan public speaking.. menyita perhatian saya.

Tidak pernah tergambarkan sedikitpun dalam benak saya, bahwa hari itu merupakan awal dari pertemuan-pertemuan kami selanjutnya, yang menjadi saksi sinergi dari berbagai pemikiran, yang diubah menjadi gagasan, hingga terlahir menjadi berbagai macam karya. Maaf, saya tidak pernah percaya kebetulan. Allah sudah merancang kehidupan manusia dengan sedetail mungkin, dimana setiap titik kehidupan, ternyata saling memiliki keterkaitan, hingga sampai kepada maksud dan tujuan. Maka sebetulnya.. bukanlah sebuah kebetulan kamu dipertemukan hingga bisa bersinergi dalam banyak hal. Ada maksud di balik setiap kejadian. Dan itu pastilah hal yang sangat baik.

Dengan niat awal berguru akan sebuah ilmu saja, yaitu entrepreneurship.. ternyata malah berlanjut. Saya mempelajari ilmu-ilmu lainnya dari beliau. Maka saya selalu menyebut beliau sebagai guru kehidupan. Beliau tidak pernah mengajarkan, tapi saya lah yang selalu memperhatikan. Beliau di mata saya bagaikan cerminan diri saya. Beliau seorang sosok yang visioner dan memiliki banyak sekali mimpi-mimpi besar yang melambung, yang terkadang.. membuat orang yang mendengarnya berpikir cukup lama, hingga menggeleng-gelengkan kepala. Tapi entah kenapa, keyakinan akan impian, selalu lebih besar dari perendahan mimpi yang dilakukan oleh orang-orang sekitar. Namun kelemahannya, mimpi-mimpi yang tinggi itu sulit dibumikan, untuk diurai menjadi langkah demi langkah, dan seringkali terlupa. Begitu pun dengan saya. Menariknya, dalam setiap perjumpaan kami yang tidak direncanakan, saat kami berdiskusi, mimpi-mimpi itu terkoneksi, tersambung. Pola pikir dan sudut pandang yang tidak semua orang mampu retaskan pun bertemu. Jelaslah bagaimana beliau bisa menjadi guru saya. Saya menemukan pola penyerapan ilmu, tanpa pengajaran, karena adanya kesamaan.  Tentunya semua adalah kuasa Allah. Sebab tanpa-Nya, tak mungkin semua ini terjadi.

Tahun demi tahun berganti, saya semakin dewasa, dengan pengalaman hidup yang semakin kompleks. Terkadang semua terasa sangat berat. Apalagi berbagai keputusan yang diambil, sudah mulai menunjukkan bentuk kesalahan, yang menghasilkan penyesalan demi penyesalan. Tapi diiringi juga dengan berbagai pencapaian. Ya, seimbang.. ada suka, ada duka. Tak disangka.. dalam kebertumbuhan emosi saya yang tidak stabil, beliau pun mengalami hal yang sama. Beliau adalah manusia biasa, sama seperti manusia yang lainnya, punya salah dan juga dosa. Begitu pun dengan saya.  Sebagai murid, ada rasa hati yang tersayat melihat guru kesayangannya melemah. Sungguh aneh mengalaminya. Tak jarang dalam senyumannya yang beliau tampakkan dengan cerah di muka umum, saya bisa merasakan betapa berat bebannya. Tapi sebab saya tak kuasa mengulurkan pertolongan, maka hanya doa baik yang bisa saya panjatkan. Karena memang hanya Allah lah sebaik-baiknya penolong.

Ini adalah beberapa bait doa yang saya gumamkan sepenuh hati, dengan ketulusan, untuk guruku..

“Ya Allah ya Rabb.. seandainya ada yang bisa kubantu untuk guruku, maka jadikanlah aku mampu. Sayangi beliau, selimutilah dirinya dengan rahmat-Mu Rabb.. agar hangat merasuk hingga sanubarinya, menentramkannya. Ya Rabb.. jadikan setiap gundah dan gelisahnya sebagai sumber kekuatan baginya, untuk segera bangkit! Sebab orang-orang dengan karya besar, tidak pernah lahir dalam ketenangan dan kesenangan yang melalaikan, melainkan melalui keterhimpitan dan penyesalan.. yang mengarahkannya pada keinginan memperjuangkan perubahan, dalam kehidupan. Jika beliau memiliki kesalahan di masa lampau.. jadikan setiap upaya kembalinya pada-Mu, dihitung sebagai amal ibadah yang akan Kau ganjar pembalasannya di hari akhir nanti. Semoga Engkau memberkahi perjuangannya, menerima taubatnya, menghapus penyesalannya, menghadirkan rahmat dalam hidup dan matinya. Bila upayanya saat ini mengarah pada jalan kebaikan, semoga Engkau mengizinkan.. agar setiap harapan menjadi kenyataan, dengan menjadikan-Mu satu-satunya sandaran. Tidak mungkin Engkau hadirkan suatu kejadian, tanpa maksud dan tujuan. Sungguh, serapuh apapun jiwanya, saya tetap yakin dan percaya.. kelak di masa depan, beliau akan menjadi seseorang yang besar. Lahaulla walaa quwwata illabillah..  Tak ada yang tak mungkin bila Allah sudah berkehendak. Sangat bersyukur dipertemukan dengannya, berbahagia menjadi muridnya, mempelajari banyak hal darinya, dari berbagai kisah suka.. maupun dukanya. Sungguh terharu menyaksikan betapa Allah menyayanginya. Allah hadirkan hambatan, yang sebetulnya melesatkan. Sangat yakin.. ini adalah cara-Mu mencintainya.. menyayanginya.. Kelak, baru terasa.. maksud dibalik semua ini, pastilah baik adanya. Jangan tinggalkan beliau ya Rabb, ia membutuhkan-Mu, sangat membutuhkan-Mu.. Jangan biarkan beliau berjuang sendirian, bersamailah langkah demi langkahnya. Usap lembut air matanya, dekap hangat jiwanya, tuntun kembali langkahnya, terima segala doanya, bila itu baik baginya.. Aamiin ya Rabb..”

Kami sama-sama berjuang menggapai ridho dan keberlimpahan rahmat Allah melalui berbagai karya, yang sesungguhnya kami hasilkan atas berbagai pengalaman hidup kami yang secara kacamata manusia, tidak baik adanya. Kami berjuang menghadirkan karya dan kontribusi, dengan harapan penebusan berbagai kesalahan di masa lampau, dan bisa bergerak baik bersama-sama. InsyaAllah Allah ridhoi perjuangan guru dan muridnya ini, berletih-letih menebar manfaat, menuai rahmat. Besarnya hambatan tak jadi masalah, bila kelapangan hati sudah diraih, atas izin dari-Nya. Kami hanya bisa melakukan yang terbaik, sesuai dengan jalan yang Allah sukai, perihal hasil.. semua adalah hak Allah. Jangan izinkan putus asa menyelimuti siapapun yang bergerak maju, dalam jalan-Mu..

“Dua hal yang merenggut kebahagiaan kita hari ini adalah: penyesalan akan masa lalu dan kekhawatiran akan masa depan. Berikan kehidupan terbaik hari ini, Allah membersamai..” – Febrianti Almeera

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s