Uncategorized

Pelajaran dari Perjalanan Mario Teguh Golden Ways

Minggu, 18 November 2012, alhamdulillah saya bersama tim mendapatkan undangan dari Metro TV untuk shooting tapping program Mario Teguh Golden Ways. Kami berkesempaan untuk menikmati 3 seri Golden Ways secara live, dengan tema yang berbeda-beda, yaitu:

  1. Percaya Dibohongi, Bohong Dipercayai
  2. The Company of One
  3. Merasa Nyaman di Zona Tidak Nyaman

Ini bocoran 3 tema Golden Ways yang baru akan tayang minggu ini hingga 3 minggu ke depan. Pssst.. jangan bilang siapa-siapa yaπŸ˜€

 

Perjalanan Menuju Metro TV

Seorang perempuan pada foto di samping ini bernama Mawar (bukan nama sebenarnya). Perempuan tersebut menyembunyikan wajahnya, karena pada saat foto ini diambil, dia sedang dalam kondisi tidak cerah, alias BELUM MANDI. Hehehe. Ya ya ya, jangan berbohong ya, perempuan itu saya sendiri.

Tapi sebelum semua berpikiran kemana-mana, saya izin klarifikasi.. saya tidak mandi bukan karena tidak mau, tapi karena berangkat dari Bandung menuju Jakartanya pagi-pagi buta, tepatnya pk 03.00. Mana bisa mandi jam segitu, hehehe. Ngeles.

Alhamdulillah perjalanan Bandung – Jakarta hari itu sangat lancar. Wajar, orang-orang Jakarta di Minggu pagi masih sibuk berbelanja dan berwisata kuliner di Bandung. Ternyata luar biasa, kami tiba di studio Metro TV lebih pagi dari satpamnya sekalipun. Pada saat kami datang, gedung masih dikunci. Subhanallah, inilah audience yang terlalu rajin. Hihi..

Tapi hikmahnya.. saya jadi punya waktu untuk mandi. YEEEEAAAY!!πŸ™‚

Segera melipir menuju toilet untuk mandiπŸ™‚

 

TARAAA!!

Beginilah perempuan, setelah mandi, baru berani foto tampak muka. CeraaahπŸ˜€

Saya berada tepat di tengah. Sedangkan di samping kiri dan kanan saya adalah beberapa Great Muslimah yang berasal dari kota Bandung juga kota Garut. Kami berangkat sama-sama dari Bandung dan menikmati perjalanan sambil bertukar cerita.

Sungguh saya selalu senang bila dikelilingi oleh kawan-kawan Great Muslimah. Saat saling bertukar kisah, tak ada pembicaraan sia-sia. Semuanya bermakna dan saling menambah ilmu. Satu dengan yang lain pun saling mengisi dan menguatkan apabila kisah-kisah yang terlontar adalah kisah yang kurang baik. Dan hebatnya, itu terjadi meski baru berkenalan di tempat. Great Muslimah satu frekuensi, subhanallah..

Alhamdulillah, kami yang datang kepagian ini, ternyata tidak hanya diminta menunggu gedung Metro TV dibuka, tapi juga yang seharusnya shooting tapping pk 09.30 diundur menjadi 12.30. Kami menunggu lagi. Berbaik sangka, mungkin Allah memberikan kami waktu lebih banyak untuk menikmati suasana studio dan berkeliling. Sebelum itu, kami melipir ke masjid untuk menunaikan shalat dhuha. Ya, berkah menunggu, jadi bisa shalat dhuha Β :)

Setelah dhuha, menunggu waktu shooting tapping di masjid Metro TV

 

PELAJARAN DARI GOLDEN WAYS

Waktu shooting tapping pun tiba. Kami bergegas menuju studio. Pada saat sebelum memasuki studio, ada hal yang sangat menarik. Semua kru sangat-sangat tersistem. Mulai dari satpam, penjaga penitipan barang, pengarah audience, camera-man, show director, semuanya sangat ter-manage dengan baik. Seakan satu kesatuan. Berbeda dengan event-event seminar yang diselenggarakan secara asal. Kru ya kru saja. Kalau disini, setiap unit itu terlihat sangat memiliki terhadap program Golden Ways. Dan dengan tidak bermaksud merendahkan, hingga satpam sekalipun, tampak Golden Ways sekali. Mulai dari tutur katanya, ramahnya, cara pandangnya, juga gestur tubuhnya. Subhanallah.. wajar program ini bertahan bertahun-tahun. Unit terkecilnya pun 100% terlibat, tidak hanya fisik berada di tempat, tapi hati juga turut serta.

Di luar dari materi pak Mario Teguh yang memang selalu mengagumkan karena logikanya yang luar biasa disertai penyampaian yang tidak melukai, saya mengamati hal lain. Betapa hebatnya sebuah kata yang dikemas dengan kelembutan hati, bisa menusuk hingga sanubari, dan mampu membuat jutaan penonton termotivasi. Meskipun ada yang mengatakan, “Hidup tak semudah omongan motivatior.” Lah ya memang. Motivator tidak mengambil peran untuk memudahkan hidup seseorang, sebab hanya Allah yang Kuasa atas itu. Motivator hadir untuk memperluas sudut pandang orang-orang yang terkadang jika sedang berada dalam suatu masalah, menjadi sempit dan seakan tidak ada jalan keluar. Motivator melihat dengan gaya helicopter-view. Motivator diamanahkan Allah untuk itu. Membuka pandangan lebih luas dan logis. Ini yang biasanya hilang saat seseorang dilanda masalah. Berikut kutipan menarik dari pak Mario Teguh:

“Ada yang bilang hidup itu tak semudah omongan saya. Saya setuju. Maka dari itu saya tidak pernah mengatakan bahwa hidup itu mudah. Sebab kalau benar hidup itu mudah, kita tidak perlu berada di ruangan ini untuk sama-sama mempelajari kehidupan.” – Mario Teguh

Subhanallah, menginspirasi jutaan orang adalah hal yang sangat mulia. Meluaskan harapan kepada adanya kekuatan Allah, melembutkan kekerasan hati, membuka sudut pandang lain yang lebih baik, itu merupakan amal jariyah, atau biasa saya sebut #SahamSurga. Bekal ‘pulang’ yang luar biasa.

Kemudian ini yang sebetulnya sangat-sangat menjadi pelajaran hebat bagi saya. Saya mengamati pak Mario Teguh menyampaikan kata demi kata dengan lembut dan logis. Saya meyakini banyak yang terinspirasi di luar sana. Itu berarti #SahamSurga nya pak Mario banyak sekali, insyaAllah. Tapi ternyata, yang #SahamSurga nya banyak tidak hanya pak Mario Teguh saja. Semua kru Golden Ways, mulai dari satpam, penjaga penitipan barang, camera-man, show director, hingga petugas kebersihan sekalipun, semuanya mendapat #SahamSurga yang sama dengan pak Mario setiap pak Mario menginspirasi. Kenapa bisa? Itu karena mereka turut serta menyempurnakan proses penyampaian inspirasi tersebut. Tanpa mereka, inspirasi-inspirasi dari Pak Mario tidak mungkin bisa tersampaikan ke seantero negeri. Bayangkan bila tidak ada camera-man, apa bisa tersiarkan ke seluruh Indonesia. Bayangkan juga bila tidak ada tukang bersih-bersih studio, apa bisa inspirasi mengalir senyaman pada saat kondisi studio rapi dan bersih. Semua unit bahkan hingga unit terkecil, mendapatkan #SahamSurga menginspirasi yang sama dengan Pak Mario. Jadi, tanpa perlu semua orang menjadi Pak Mario, semua telah turur mendapat #SahamSurga serupa. Luar biasa bukan.

 

KESIMPULAN

Hikmahnya, saya menyadari bahwa tak semua orang bisa berada di garis depan, ya seperti pak Mario Teguh. Dibutuhkan pula para kru dan unit-unit lainnya. Ini hanya soal perbedaan kewajiban saja. Yang di garis depan ya harus maksimal dalam penyampaian materi, sebab dilihat banyak orang, jadi figur. Tapi ia yang di garis depan bukanlah siapa-siap tanpa ada para kru dan unit lainnya. Dalam hal ini, kru dan unit lainnya juga memiliki kewajiban untuk maksimal mengerjakan bagiannya masing-masing. Sebab kalau tidak maksimal, kebermanfaatan pun tidak bisa tersampaikan 100%. Tapi meski berbeda posisi dan kewajiban, insyaAllah #SahamSurga nya sama. Maka ini bukan soal siapa yang harus berada di depan, melainkan soal bagaimana caranya kita harus semaksimal mungkin mengerjakan tugas kita, dimanapun kita ditempatkan. InsyaAllah, sebagai satu kesatuan, dan saling mendukung, semuanya akan jauh lebih indah.πŸ™‚

Terimakasih untuk program Mario Teguh Golden Ways

4 thoughts on “Pelajaran dari Perjalanan Mario Teguh Golden Ways

  1. Meskipun ada yang mengatakan, β€œHidup tak semudah omongan motivatior.” Lah ya memang. Motivator tidak mengambil peran untuk memudahkan hidup seseorang, sebab hanya Allah yang Kuasa atas itu. Motivator hadir untuk memperluas sudut pandang orang-orang

    Yes, right! Saya sependapat.

  2. Assalamu alaikum

    Tadi saya nonton MTGW, dan sempat surprised liat Almeera jadi salah satu penanya. Jadi dilemanya antara kuliah dan pekerjaan ya. Sama juga dengan saya, sudah dapat pekerjaan, tapi kuliah belum selesai.

    BTW, saya salut dengan Almeera, tenang banget tampil bicara didepan banyak orang.πŸ™‚

  3. Hidup mudah, bagi yang hidupnya berkelimpahan harta,,
    Tetapi bagi orang yang hidupnya di bawah garis kemiskinan,masih merasa susah.
    hidup bisa mudah tergantung yang menyikapi,,,,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s