Uncategorized

Obat untuk Jiwa yang Terluka :)

“Jangan terlampau lama meratapi luka, sebab tak sulit bagi-Nya untuk mengubah isak tangis, menjadi senyuman manis.” – Febrianti Almeera

 

Saat hati dilanda gembira, tidak satu hal pun menjadi masalah. Tapi bila hati sedang berduka, apalagi duka yang cukup dalam, terkadang iman pun bisa goyah. Bila dibiarkan, dukanya bisa jadi semakin mendalam dan keimanan pun semakin rentan. Di saat-saat seperti ini, jiwa tersebut bisa dikatakan sedang terluka, atau sedang sakit. Maka yang harus dilakukan adalah sesegera mungkin mencari obatnya. Apakah obat terbaik yang paling manjur untuk mengobati luka jiwa?

“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” QS. Al Israa: 9

Ya, Al Qur’an lah obatnya. Al Qur’an merupakan obat terbaik yang tidak hanya meredakan nyeri tapi juga mampu menyembuhkan jiwa yang terluka. Sebab Al Qur’an merupakan pedoman hidup manusia. Segala resep yang dibutuhkan demi memperkokoh langkah manusia di bumi ini, semua tertulis di dalam Al Qur’an. Jelas dan berulang-ulang. Sehingga sebetulnya, saat jiwa dilanda kegelisahan, keresahan, bahkan luka yang cukup dalam, bisa terobati, hanya dengan membaca Al Qur’an.

Tidak percaya? Hehehe. Izinkan saya bercerita.

 

As usual, based on my own experience..

Satu minggu yang lalu, saya menerima kabar yang secara kacamata manusia, hal tersebut merupakan kabar buruk, sangat buruk mungkin. Dan secara manusiawi, psikologis saya sempat down mendengar kabar tersebut, sebab kabarnya sangat mendadak dan mengejutkan. Saya sempat dilanda sedih hati. Dan seketika itu pula yang terlintas di pikiran saya hanya ingin segera menemui Allah Subhanahu wata’alla. Bukan ‘berpulang’ tentunya, saya tidak se-hopeless itu, hehehe. Saya hanya ingin segera berwudhu, menggelar sajadah, dan berbincang dengan-Nya, memohon akan ketenangan dan kedamaian hati, serta keyakinan bahwa semua yang terjadi adalah atas izin-Nya, dan yang telah Allah izinkan, pasti membaikkan. Maka setelah pembicaraan dengan seorang penyampai kabar tersebut usai, saya bergegas mencari mushalla, berwudhu, sambil menahan tangis yang sengaja ingin saya tumpahkan di atas sajadah saja, hanya di hadapan-Nya. Ternyata, lidah saya kelu untuk menyampaikan ulang kisah saya meski di hadapan Allah sekalipun. Hingga saya hanya bisa tertunduk sambil tersedu, sungguh Allah Maha Tahu. Akhirnya, dengan energi yang tersisa, saya mengambil Al Qur’an dari dalam tas saya, membuka lembaran halamannya dengan asal saja, dan God’s Sign, ayat yang saya baca adalah..

 

Sudah sering membaca Al Qur’an tapi tidak pernah berhasil membaikkan suasana hati yang kurang baik dan jiwa yang terluka? Yuk kita cek.. barangkali kita membaca Al Qur’an sekedar membaca saja. Kalau begitu ya wajar saja hati dan jiwa masih dalam keadaan luka, sebab yang menenangkan bukan hanya membaca Al Qur’an, tetapi berinteraksi dengan Al Qur’an.

Berinteraksi dengan Al Qur’an diantaranya meliputi:

  • tilawah (membaca)
  • taddabur (memahami)
  • hafizh (menghafalkan)
  • tanfiidzh (mengamalkan)
  • ta’liim (mengajarkan)
  • tahkiim (menjadikannya sebagai pedoman)

Tentu tidak mudah berinteraksi dengan Al Qur’an seperti di atas. Perlu proses. Dan saya pun masih belajar untuk benar-benar bisa berinteraksi maksimal dengan pedoman hidup dari Allah tersebut. Tidak mudah bukan berarti tidak mungkin bukan? InsyaAllah, bila ada tekad, pasti bisa. Hingga bila tiba saat dimana jiwa kembali dilanda perih, Al Qur’an lah penyembuh utama yang dicari.

Jujur, bagi muslimah hijrah seperti saya ini, saya baru bisa berinteraksi dengan Al Qur’an sampai step taddabur atau memahami saja. Terutama saat kondisi jiwa saya terluka seminggu yang lalu. Saya baca berulang-ulang tafsir QS. Al Hadid: 22-23, lalu saya kaji maknanya, dan sungguh.. ada sebuah perasaan damai menelusup halus ke relung jiwa saya yang terluka tersebut, untuk kemudian menghembuskan nafas sejuk yang menenangkan dan mencerahkan. Bila masih tak percaya, mungkin kamu belum mencoba. Sebab bila sudah mencoba baca, saya yakin kamu akan jatuh cinta, pada ayat-ayat-Nya yang penuh makna. Sungguh Allah luar biasa, Ia turunkan ayat-ayatnya yang sangat indah. Entah bagaimana rasanya bila tidak ada Al Qur’an sebagai perantara kabar gembira dari-Nya.

 

“Terimakasih ya Rabb. Aku tanpa-Mu.. butiran debu..” – Febrianti Almeera🙂

3 thoughts on “Obat untuk Jiwa yang Terluka :)

  1. “setiap bencana yang menimpa dibumi dan di dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dikitab sebelum Kami mewujudkannya, sungguh yang demikian itu mudah bagi Allah.”

    setiap tulisnya kehidupan kita, setiap butiran tangis yang jatuh dan gelak tawa bahagia yang keluar semuanya sebelum ini terwujud ternyata telah Allah tuliskan skenario ini semua.

    Memang hebat Allah kalau membuat suatu rancangan cerita.

    Setiap SEBAB yang dipikir manuasia TIDAK akan mesti berbuah AKIBAT yang pasti dalam ilmu manusia, karena SEBAB dan AKIBAT keduanya juga mahkluk ALLAH.

    setiap pilihan bahkan pikiran sekecil apapun yang ita lakukan dan pikirkan hari ini ternyata mampu menjadi akibat maupun sebab dari tindakan besar orang lain atau akibat besar bagi diri kita sendiri dimasa depan.

    seperti CHAOS THEORY dan The Butterfly Effectnya dr. Lorenz, ya inilah amazing life yang Allah suguhkan untuk kita nikmati, semuanya akhirnya berpulang menuju satu yaitu Allah.

    Apakah kita ingat ataukah kita lupa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s