Uncategorized

Untuk Putriku Menjelang Pernikahanmu

Dikutip dari Blog Rumah Belajar Ibnu Abbas. Sebuah tulisan yang sangat menggugah, khususnya bagi saya yang membacanya. Saya tulis ulang pada #AlmeeraWayBlog dengan harapan akan ada lebih banyak pembaca yang tergugah seperti saat saya membacanya. Terimakasih ustadz Abu Khaulah Zainal Abidin..

_____________________________________________________________

 

Surat kedua dari orangtua. Tertuang manis penuh makna dan sangat bijaksana, dipersembahkan kepada putrinya, menjelang pernikahannya.

Untuk Putriku Menjelang Pernikahanmu

Putriku tersayang.. izinkan saya mengingatkanmu akan sabda Rasulullah:

عن أبي هريرة؛ قال:- قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:

إذا أتاكم من ترضون خلقه ودينه فزوجوه. إلا تفعلوا تكن فتنة في الأرض وفساد عريض

Jika datang kepadamu (wahai para orang tua anak gadis) seorang pemuda yang kau sukai akhlaq dan agamanya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah dan menyebarnya kerusakan di muka bumi.” – HR. Ibnu Majah

Dan ketika calon pangeran Surgamu datang di masa itu, maka ia akan kami terima karena agama dan akhlaqnya, bukan karena yang lain. Maka hendaknya kau luruskan pula niatmu. Sambutlah dia sebagai suami sekaligus pemimpinmu. Jadikanlah perkawinanmu ini sebagai wasilah ibadahmu hanya kepada Allah ta’alaa. Camkanlah sabda Rasulullah ini:

لو كنت أمرا أحد ان يسجد لأحد لأمرت المرءة ان تسجد لزوجها (الترم1ي عن ابي هريرة)

“Seandainya aku boleh memerintahkan manusia untuk sujud kepada sesamanya, sungguh sudah aku perintahkan sang isteri sujud kepada suaminya.”

Karenanya sekali lagi saya nasihatkan , wahai putriku.. terima dan sambutlah suamimu ini dengan sepenuh cinta dan ketaatan. Layani ia dengan kehangatanmu. Manjakan ia dengan kelincahan dan kecerdasanmu. Bantulah ia dengan kesabaran dan doamu. Hiburlah ia dengan nasihat-nasihatmu. Bangkitkan ia dengan keceriaan dan kelembutanmu. Tutuplah kekurangannya dengan mulianya akhlaqmu.

Manakala telah kamu lakukan itu semua, tak ada gelar yang lebih tepat disandangkan padamu selain Al Mar’atush-Shalihah, yaitu sebaik-baik perhiasan dunia. Sebagaimana Sabda Rasulullah:

الدنيا متاع وخير متاع الدنيا المرأة الصالحة ( مسلم)

“Dunia tak lain adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.”

Inilah satu kebahagiaan hakiki yang diidam-idamkan oleh setiap wanita beriman. Maka bersyukurlah kamu untuk semua itu, karena tidak semua wanita memperoleh kesempatan sedemikian berharga. Kesempatan menjadi seorang isteri, menjadi seorang ibu. Terlebih lagi, adanya kesempatan diundang masuk ke dalam surga dari pintu mana saja yang kamu kehendaki. Yang demikian ini mungkin bagimu selagi kamu melaksanakan shalat wajib lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluan (termasuk menutup aurat), dan ta’at kepada suami. Sebagaimana sabda Rasulullah:

إذا صلت المرأة خمسها وصامت شهرها وحفظت فرجها وأطاعت زوجها

قيل لها: ادخلي الجنة من أي أبواب الجنة شئت (أحمد عن عبدالرحمن بن عوف)

Jika seorang isteri telah shalat yang lima, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan ta’at kepada suaminya. Dikatakan kapadanya: Silahkan masuk ke dalam Surga dari pintu mana saja yang engkau mau.”

Putriku tersayang..

Melalui rangkaian ayat-ayat suci Al Qur’an dan hadits-hadits Nabi Yang Mulia, kami semua yang hadir di sini mengantarkan kalian berdua memasuki gerbang kehidupan yang baru, bersiap-siap meninggalkan ruang tunggu, dan mengakhiri masa penantian kalian yang lama. Kami semua hanya dapat mengantar kalian hingga di dermaga. Untuk selanjutnya, bahtera rumah-tangga kalian akan mengarungi samudera kehidupan, yang tentunya tak sepi dari ombak, bahkan mungkin badai.

Karena itu, jangan tinggalkan jalan ketaqwaan. Karena hanya dengan ketaqwaan saja Allah akan mudahkan segala urusan kalian, mengeluarkan kalian dari kesulitan-kesulitan, bahkan mengaruniai kalian rezeki.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا

“Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan berikan bagi nya jalan keluar dan mengaruniai rizki dari sisi yang tak terduga. Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allahniscaya Allah akan mudahkan urusannya.”

Bersyukurlah kalian berdua akan nikmat ini semua. Allah telah mengaruniai kalian separuh dari agama, kesempatan untuk menjalankan syari’at-Nya yang mulia, dan kesempatan untuk mencintai dan dicintai dengan jalan yang suci dan terhormat.

Wahai putriku dan pangeran Surgamu, ketahuilah bahwa pernikahan ini menyebabkan kalian harus lebih berbagi. Orang tua kalian bertambah, saudara kalian bertambah, bahkan sahabat-sahabat kalian pun bertambah, yang kesemua itu tentu memperpanjang tali silaturahmi, memperlebar tempat berpijak, memperluas pandangan, dan memperjauh daya pendengaran. Bukan saja semakin banyak yang perlu kalian atur dan perhatikan, sebaliknya semakin banyak pula yang akan ikut mengatur dan memperhatikan kalian. Maka, barang siapa yang tidak kokoh sebagai pribadi dia akan semakin gamang menghadapi kehidupannya yang baru.

Ketahuilah pula, bahwa anak-anak shalih dan shalihah yang kalian idam-idamkan itu sulit lahir dan tumbuh kecuali di dalam rumah tangga yang sakinah penuh cinta dan kasih sayang. Dan tentunya tak akan tercipta rumah tangga yang sakinah, kecuali dibangun oleh suami yang shalih dan isteri yang shalihah.

Akan tetapi, wahai anak-anakku, jangan takut menatap masa depan dan memikul tanggung jawab ini semua. Jangan bersedih dan berkecil hati jika kalian menganggap bekal yang kalian miliki sekarang ini masih sangat kurang. Sebab Allah berfirman:

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Dan janganlah berkecil hati juga jangan bersedih. Padahal kalian adalah orang-orang yang mulia seandainya sungguh-sungguh beriman.” – QS. Ali Imran: 139

Ya, selama masih ada iman di dalam dada, segalanya akan menjadi mudah bagi kalian. Bukankah dengan pernikahan ini kalian bisa saling tolong-menolong di dalam kebajikan dan taqwa. Bukankah dengan pernikahan ini kalian bisa saling menutupi kelemahan dan kekurangan masing-masing. Bersungguh-sungguhlah untuk meraih segala kebaikan yang Allah sediakan melalui pernikahan ini. Jangan lupa untuk senantiasa memohon pertolongan Allah. kemudian jangan merasa tak mampu atau pesimis. Jangan, jangan kalian awali kehidupan rumah tangga ini dengan perasaan lemah!

احرص على ما ينفعك. واستعن بالله ولا تعجز

“Bersungguh-sungguhlah kepada yang bermanfa’at bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah, dan jangan merasa lemah.”  – HR: Ibnu Majah

Terakhir, ingatlah bahwa menikah merupakan Sunnah Rasul, sebagaimana sabdanya:

النكاح من سنتي فمن رغب عن سنتي فليس مني

“Nikah itu merupakan bagian dari Sunnahku. Maka barang siapa berpaling dari Sunnahku, ia bukanlah bagian dari umatku.”

Maka janganlah justru melalui pernikahan ini atau setelah aqad ini kalian justru meninggalkan Sunnah untuk kemudian bergelimang di dalam berbagai bid’ah dan kemaksiatan.

One thought on “Untuk Putriku Menjelang Pernikahanmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s