Uncategorized

Bersyukurlah Memiliki HATERS :)

“Behind every sucessfull person, there is a lot of haters” – Febrianti

Haters secara sederhana artinya adalah pembenci. Atau lebih luasnya, haters adalah orang-orang yang selalu tidak menyukai sebaik apapun hal yang kita lakukan. Yaaa.. kalau ada yang benci sama kita karena memang perilaku kita buruk, itu lain cerita. Wajar namanya, hehehe.

Contoh kasus keberadaan haters adalah misal saat kita berubah dalam rangka berupaya membaikkan diri di jalan yang Allah ridhoi, tiba-tiba bermunculan orang-orang yang membicarakan kita dalam konteks tuduhan-tuduhan negatif yang tidak sejalan dengan yang sedang kita upayakan. Nah, orang-orang tersebut adalah haters. 

 

KARAKTERISTIK HATERS

  1. Kemunculannya tidak diharapkan
  2. Selalu berpikiran negatif terhadap apapun yang kita lakukan meski itu adalah sebuah karya besar
  3. Selalu merasa paling benar
  4. Pandai berkelit dari bukti yang kita tunjukkan (tidak mau mengakui keberhasilan kita)
  5. Kreatif dalam membuat isu miring tentang kita
  6. Fokus pada kekurangan diri kita dan menutup mata dari kelebihan kita
  7. Tidak pernah kehabisan akal untuk menjatuhkan kita
  8. Kita selalu salah di matanya

Apakah kamu familiar dengan orang-orang yang memiliki karakteristik seperti di atas? Atau jangan-jangan orang-orang tersebut justru sedang berlalu-lalang manis di dalam kehidupanmu? Atau malah penyebab terhambatnya langkah baikmu dan penyebab resah dan sedihmu selama ini adalah keberadaan mereka?

Bila dari ketiga pertanyaan di atas kamu mengangguk semakin dalam, bahkan hati ikut mengangguk hingga wajah dihiasi raut masam sampai air mata tak terasa menetes.. saya hanya mau bilang,

 

“CONGRATULATIONS!!!”

Ya, kamu tidak salah baca.

I said, “Congratulations!! You have haters!! GREAT!!”😀

 

Sunatullahnya, kebaikan selalu berdampingan dengan keburukan. Layaknya pro selalu berdampingan dengan kontra. Ataupun laksana sendal jepit sebelah kiri yang selalu berdampingan dengan sendal jepit sebelah kanan. Ya oke, meskipun kalimat terakhir barusan tidak elegan dan terkesan tidak nyambung, tapi pada intinya, yuk pahami.. kemunculan haters (yang membencimu) dalam kehidupan adalah sebuah pertanda bahwa lovers (yang menyukaimu) pun sedang tumbuh. Perihal jumlah sama banyaknya atau lebih banyak yang mana itu bukan pembahasan kita.

Yuk bermain logika. Mungkinkah muncul haters bila kita bukan siapa-siapa, sehari-hari begitu-begitu saja, tidak pernah berperan aktif dalam hal apapun, lebih senang menyendiri? Tidak mungkin. Lah jangankan ada yang benci, ada yang kenal pun mungkin hanya beberapa gelintir orang saja. Mungkin hanya teman sebangku waktu sekolah. Itu pun terpaksa kenal karena sebangku. Hehehe. Jadi logikanya, bila haters mulai bermunculan, maka itu salah satu pertanda dirimu sedang tumbuh, sehingga menarik perhatian, dilihat, diamati. Dan semakin kita tumbuh melesat, semakin banyak haters bermunculan.

Apakah ada yang berbuat kebaikan lalu tidak memiliki haters? Tidak! Tak satupun orang hebat yang tak memiliki haters. Setidaknya begitulah menurut pengamatan saya tentang kehidupan orang-orang ‘besar’. Contohnya saja panutan kita Rasulullah Muhammad SAW, beliau adalah utusan Allah, khalifah di muka bumi, pembawa kabar baik sekaligus peringatan bagi seluruh umat manusia, mulia sekali. Dan ternyata, makhluk semulia Rasulullah saja memiliki haters. Sedikitkah? Tidak! Banyak, banyak sekali. Bahkan bukan sekedar pembenci yang hanya bergumam negatif di belakang, tetapi sangat frontal hingga meludahi dan melempari Rasul dengan kotoran. Sebab apa? Sebab Rasul tumbuh luar biasa. Beliau penebar manfaat, sehingga tampak, terlihat, teramati banyak orang. Semakin tumbuh, semakin besar, semakin banyak haters-nya. Sunatullah. Tapi apakah yang mengagumi Rasul jadi berkurang? Tidak. Malah bertambah semakin banyak dan semakin banyak lagi. Rasulullah SAW, utusan Allah saja begitu. Lah apalagi kita ini manusia yang bukan siapa-siapa. Wajar bila sedang tumbuh dihadang para haters.

Apakah setelah dicaci maki, diludahi, dilempari kotoran oleh para haters lantas Rasulullah menyerah tumbuh? Tidak! Beliau tetap melangkahkan kakinya maju. Untuk apa? Untuk membuktikan bahwa apa yang ia perbuat adalah tak sesuai dengan apa yang dipersepsikan para haters, justru untuk membaikkan umat, bukti taatnya pada Allah. Apa yang terjadi bila Rasulullah menyerah? Mungkin kesejukan dan kedamaian Islam yang tengah umat muslim rasakan saat ini tidak akan pernah ada menghiasi kehidupan kita. Ini pelajaran bagi kita. Bila dilanda sedih hati, resah, gundah akibat kemunculan para haters, melajulah terus. Jadikan setiap cacian, hinaan, hingga fitnah itu sebagai bahan bakar diri untuk semakin mempercepat langkah kita membuktikan bahwa apa yang mereka persepsikan itu tidak benar adanya. Tapi jangan lupa luruskan niat. Niat terbaik tetap mengerjakan apapun adalah hanya untuk Allah semata, sebagai tabungan amal bekal pulang kelak. Di sini, saya harap kita bisa sama-sama merubah mindset agar mampu mengubah emosi negatif menjadi emosi positif🙂

Tahukah, memperdulikan haters hanya membuat langkahmu terhambat, berjalan lambat, bahkan bisa-bisa hingga tersesat. Kehadiran mereka bukan untuk diperdulikan tapi untuk disyukuri. Sebab mereka adalah indikator seberapa tinggi kita tumbuh. Kita ambil contoh yang konvensional. Semakin seorang artis itu besar, misal go international, semakin banyak yang membicarakan, mencari-cari kelemahan, bila ketemu berita miring tentang artis tersebut sedikit saja langsung diliput dan dibesar-besarkan media. Beda dengan artis yang biasa-biasa saja. Mau diliput media pun mungkin malah mereka yang bayar, hehehe. Jadi sekarang tinggal pilih, mau jadi orang luar biasa, atau yang biasa-biasa saja. Kalau mau luar biasa, ya bersiaplah menemui titik dimana para haters akan bermunculan, tak menyukaimu, selalu berbantahan dengan prinsipmu, menghadang langkah majumu, bahkan mungkin menjatuhkanmu. Dan haters itu bisa jadi adalah kawan-kawan dekatmu sendiri, yang mungkin selama ini mendukungmu, berjalan bersamamu, beraktivitas sehari-hari denganmu. SIAP? Bila tetap mau jadi orang luar biasa, pertanyaan tadi bukan jadi pilihan tapi jadi perintah. HARUS SIAP!!🙂

 

MENGATASI HATERS

1. Ubah Mindset tentang Haters

Postingan kali ini merupakan langkah awal kamu dalam mengatasi kemunculan para haters, sebab sadar atau tidak, serangkaian tulisan di atas menggiring dirimu untuk mengubah pandanganmu terhadap haters yang tadinya merupakan pembenci diri yang biasa ditangisi menjadi sebuah indikator pertumbuhan baik kita. So, selamat ya sudah membaca sampai sini🙂

 

2. Yakini Haters itu Harus Ada

Ada yang familiar dengan The Power of Kepepet? Kalau belum familiar, izinkan saya berilustrasi singkat. Seseorang yang gemuk akan mengklaim dirinya sulit untuk berlari kencang. Bahkan mungkin untuk berlari biasa pun sulit. Tapi saat ada anjing galak yang mengejar dirinya dengan kecepatan tinggi dan hendak menerkam, apakah orang gemuk itu tetap tidak bisa berlari seperti yang ia klaim semula? Oh ternyata tidak. Dengan mendadak orang gemuk tersebut bisa berlari, bahkan dengan kecepatan sangat tinggi yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya bila anjing galak tersebut tidak mengejarnya. Maksudnya, haters itu ibarat anjing galak tadi. Mereka harus ada agar kita mampu berlari kencang. Sebab tak mungkin bila seseorang memiliki haters lalu ia tak punya semangat maju membuktikan. Kalau sampai ada, berarti mindset dirinya tentang haters masih harus diperbaiki, baca ulang postingan ini dari awal :p

 

3. Sadari Haters itu adalah Pengagum Rahasia Kita

Katanya pembenci, tapi kok pengagum rahasia? Hehe, belum ngeuh kah? Salah satu karakteristik haters adalah fokus terhadap kekurangan diri kita. Lalu bagaimana caranya dia mengetahui kekurangan diri kita? Caranya adalah dengan memperhatikan setiap langkah kita, perubahan kita. Istilah modernnya adalah kepo. Bisa jadi para haters itulah yang malah lebih rajin men-stalking akun twitter kita, men-cek siapa saja yang mention kita, mengamati display picture BB kita, dibandingkan dengan kawan-kawan biasa yang kita miliki. Dan bisa jadi pula, para haters kita lah orang-orang pertama yang tahu berita tentang diri kita, sangat update. Ya meskipun tujuannya untuk mencari celah keburukan, tapi tetap saja perilaku tersebut menunjukkan betapa pedulinya mereka terhadap diri kita. Jadi sampai sini, apakah kita patut membenci mereka? Hehe, malah jadi ingin bilang pada mereka “So sweeeeet..”😀

 

4. Bersyukurlah Memiliki Haters

This is the point. Tak satupun kejadian di muka bumi ini Allah izinkan terjadi bila tak bermaksud membaikkan diri. Jadi bagi yang mengaku sedang berupaya taat pada Allah, yakinilah kemunculan para haters dalam kehidupan kita pun sebetulnya punya maksud membaikkan diri, dengan cara yang unik tentunya. Allah kan sutradara luar biasa, scene-scene kehidupan rancangan-Nya tidak seperti sinetron Indonesia yang mudah ditebak. Scene kehidupan buatan Allah jelas menarik dan hebatnya, selalu berkaitan dengan maksud-maksud tersembunyi yang tak pernah terbayangkan dan baru bisa kita sadari setelah kita melewatinya jauh. Intinya, haters ada sebagai indikator seberapa tinggi kita tumbuh. Sadarilah, bila kita dibenci oleh sebab yang tidak berdasar karena setelah introspeksi kita menyadari sedang dalam upaya perbaikan diri, bukan sedang melakukan keburukan atau maksiat, maka keberadaan haters merupakan anugerah Allah agar kita senantiasa bergerak maju, membuktikan. Bersyukurlah🙂

 

5.  Tunjukkan Reaksi Positif

Terakhir.. bila kelak tiba masa dimana haters mulai menggeliat lebih jauh, misal mulai berani berkata-kata di hadapanmu, berlaku buruk dan sebagainya, jangan terpancing. Sebab itulah yang mereka harapkan. Reaksi negatifmu itulah yang mereka tunggu-tunggu. Tapi maksud dari jangan terpancing bukan berarti dihina diam saja, diludahi diam saja (kalau ada), dll. Maksudnya, tetaplah bereaksi, tapi tunjukkan reaksi yang positif, yang mereka tidak sangka-sangka akan kamu lakukan. Misal saat dicibir no mention alias disepet, hampiri mereka lalu ucapkan salam kemudian tanya “Tadi itu ngomong untuk aku? Maaf yaaa kalau aku ada salah, kalian baik banget sudah mau mengingatkan..” disambung dengan senyum tulus. Kalau sudah begitu, kira-kira apa yang mereka rasakan? Ya betul. Mereka akan malu. Minimal mereka malu terhadap kegagalan mereka memancing reaksi negatifmu. Lebih jauhnya, mereka akan malu telah memperlakukan orang baik sepertimu dengan cara yang tidak baik. Asyik apa asyik? Hehehe. Bila memunculkan reaksi positif terhadap perilaku negatif para haters masih dirasa sulit, saya yakin 100% itu pasti belum dipraktikkan, baru sampai dipikirkan😀

 

CONCLUSION

Yuk kita nikmati menjadi pribadi yang selalu bersyukur dalam segala keadaan. Sebab syukur memancing anugerah dan rizki yang lebih besar dari Allah, sedangkan keluhan memancing hambatan yang lebih besar lagi juga dari Allah. Mau pilih yang mana? Ya jelas, bersyukur. Khusus untuk kasus haters, yuk pahami betapa bahagianya kita memiliki para haters, sebab itu berarti kita memiliki orang-orang yang sangat memperhatikan diri kita dan secara tidak langsung, kita memiliki kritikus pribadi untuk kita senantiasa bebenah menjadi pribadi yang semakin baik dan semakin baik lagi. I love you, dear my haters🙂

 

“Sayangilah diriku dengan segala kebencianmu, hingga kau habiskan waktumu untuk memperhatikanku dan menyampaikan setiap kekuranganku, sehingga aku mampu bebenah diri, setiap hari. Terimakasih haters..” – Febrianti

18 thoughts on “Bersyukurlah Memiliki HATERS :)

  1. ini nihh,,, *sukaaa,,,, bersyukur ketemu teteh pipi,, walaupun baru di dunia maya,,, nuhun penjelasannya teteh,,

  2. Halo kak,,
    Trimakasih udah buat tulisan yg begitu positif dan menggugah semangat karna dijatuhkan oleh para2 haters.
    Sangat luar biasa tulisan kaka ini,, aku refleksikan ke diriku. Dan saya lebih bersyukur skrg dg adanya haters ini.🙂 keep going kak.
    salam Reen @Reen8a

  3. Mksih ya kak..🙂
    haters aku tuu mantanya pcr akuu,, mknya aku keseelll..
    Tpiii yaaa ,, stelah baca inii,, aku jdi bahagia dikitt,, tpii aku mau nanya ,, bgaimana menghadapi hater yg seprti mslh ku ini ,, punya haters ,,mantanya pcr kuu,,,

  4. Mâsyâ’ Allâh.
    Terima kasih atas infonya. Artikel yang sangat bermanfaat. Aku juga punya haters tapi aku selalu bersyukur.🙂
    Jazâkallâhu khairan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s