Uncategorized

Betulkah Dia Jodohku?

“Apakah hal terpenting yang harus dipersiapkan dalam melaksanakan pernikahan? Ada pasangannya.” – Febrianti

Hehehe. Short answer but that’s true. Jadi sebelum mikir jauh-jauh mempersiapkan pernikahan itu harus siap finansial, harus siap mahar, dan harus harus lainnya, yang sebetulnya paling penting adalah harus ada pasangannya. Kebayang kan kalau sudah siap segala macam, pelaminan didekorasi dengan apik, undangan disebar, penghulu datang, keluarga berkumpul, eh ternyata belum ada calon pasangannya. Hihihi.

Jadi, karena keberadaan calon pasangan itu penting dalam persiapan pernikahan, maka bagi siapapun yang berniat menikah harus mendapatkan calonnya terlebih dahulu. Of course on halal way :)

Kali ini saya akan membahas tentang meyakinkan diri kita siapakah jodoh kita. Bila sudah dipertemukan Allah pun, insyaAllah postingan kali ini bisa menguatkan keyakinan dari pertanyaan “Betulkah dia jodohku?” Siap-siap menyimak ya🙂

As usual, based on my own experience.. 

 

#1 Pastikan Prosesnya Sesuai dengan Kehendak Allah

Sebab Allah dengan tegas melalui kitab suci Al Qur’an menyatakan bahwa tidak meridhoi khalwat antara insan manusia lawan jenis yang belum mahram, maka ikhtiarkan proses yang akan dilalui oleh kita itu tidak melalui pacaran. Kenapa? Ya karena sudah jelas orang-orang yang berpacaran akan ‘merasa’ halal menyatakan cinta dan sayang hingga melakukan sentuhan fisik. Allah dengan tegas tak izinkan hal tersebut. Bagaimana mungkin menginginkan pernikahan yang suci melalui cara yang Allah tak ridhoi. Memang ada pernikahan yang dilakukan melalui pacaran, tapi sungguh sayang. Upayakan syar’i keseluruhan agar ketika kata SAH membahana, segala hal yang dilakukan berdua adalah hal-hal pertama, sehingga mendebarkan dan jelas berkah🙂

Jangan sampai niat menuju pernikahan suci tapi melalui jalan yang Allah tak ridhoi agar Allah tuntun diri dengan bimbingan-Nya yang tak semua pasangan bisa dapatkan bila melanggar perintah-Nya. Saya percaya jodoh itu rahasia Allah. Dan kebenaran dari rahasia itu bisa kita jemput. Caranya? Melalui ketaatan kita pada-Nya. Dengan menunjukkan pada Allah bahwa kita pantas disandingkan dengan pilihan terbaik dari-Nya. Buatlah Allah yakin untuk hantarkan jodohmu melalui pemantasan dirimu di hadapan-Nya. Merinding nih ngetiknyaaa..😀

 

#2 Gunakan Indikator Allah

Untuk para muslimah.. bila kelak ada lelaki menghampirimu dengan niat memuliakanmu dalam proses yang syar’i, pastikan kamu memilihnya menggunakan indikator Allah, yaitu agama dan akhlaknya terlebih dahulu. Barulah kemudian hal-hal seperti latar belakang keluarga, keturunan, kecakapan finansial, dll. Jangan terbalik. Sebab bila nafsu sudah merajai, bisa berbahaya pernikahan nanti. Kan pernikahan itu bukan perjalanan setahun dua tahun, tapi seumur hidup. Bila indikator pemilihannya menggunakan kacamata dunia, siap-siap kelak menyesal sebab dunia ini jelas fana. Beda dengan yang indikatornya menggunakan kacamata Allah, dimana kedepannya nanti akan Allah terus bimbing dan tuntun meski mungkin ada jatuh dan terluka. Allah pegangannya.

Pada umumnya, para muslimah seperti kita ini ya bersabar menanti, sampai tiba saatnya calon pangeran Surga menghampiri. Nah meskipun kesannya kita ini tinggal nunggu dan nanti tinggal milih, bukan berarti kita bersantai-santai. Sebab sebelum kita memilih, kita lah yang dipilih terlebih dahulu oleh lelaki. Jadi mindset-nya adalah karena kita ini dipilih terlebih dahulu, maka pantaskan diri kita untuk dipilih oleh lelaki yang high quality, di mata Allah tentunya. Barulah kemudian giliran kita menentukan terima lanjut berproses atau tolak hentikan proses. Kebayang kan kalau banyak lelaki melamar tapi semuanya tidak memenuhi indikator Allah, bingung lah kita dibuatnya. Milih nggak mau, nolak takut nggak kebagian. Hehe. Ekstrim ya. Makanya, meskipun kita perempuan, kita harus senantiasa meningkatkan kapasitas diri kita agar pantas diimami oleh lelaki shalih pemberani yang biasa saya sebut Pangeran Surga🙂

 

#3 Melakukan Analisa Kemantapan Hati

Apabila proses yang dilalui sudah dipastikan syar’i yaitu melalui ta’aruf, melibatkan perantara (murabbi), maka langkah selanjutnya adalah menganalisa kemantapan hati kita, benarkah dia jodoh yang Allah pilihkan dan hantarkan untuk kita. Sebab pada tahap ini indikatornya pure hati dan perasaan. Tidak bisa dimanipulasi oleh apapun. Kemantapan hati itu mengalir sendiri. Tak bisa direka-reka, apalagi dipaksa. Dalam hal ini saya tidak akan menjabarkan bagaimana cara pertemuan dengan calon pasangan ya, sebab itu semua rahasia Allah. Dan masing-masing orang itu beda-beda cara pertemuannya. Intinya tetap harus melalui proses yang Allah ridhoi.

Saat berproses, lakukan shalat istikharah. Pasrahkan segalanya pada Allah. Bawa perasaan yang netral. Sebab bila hati sudah condong pada satu keinginan, maka doa menjadi tidak bersih. Berkomunikasilah pada Allah dengan hati yang ikhlas. Katakan dengan lapang, “Ya Allah bila dia betul jodohku, maka dekatkanlah. Tapi bila ternyata dia bukan jodohku, maka jauhkanlah.” Penyampaian doa seperti ini akan mudah bagi yang rasa hatinya masih netral. Tapi bagi yang sudah ada rasa suka sebelum halal, ya jelas berat. Biasanya doanya jadi termodifikasi, “Ya Allah, bila dia betul jodohku, maka dekatkanlah. Tapi bila ternyata dia bukan jodohku, maka.. yaaah.. Engkau Maha Pengasih kan ya Rabb.. jodohkanlah please..” Hehehe..

Bukan apa-apa. Bila hati kita sudah condong ingin memiliki padahal Allah belum berikan kemantapan, kelak bila ternyata dia bukan jodohmu, maka kemungkinan terluka hati besar sekali. Nggak mau kan sakit hati (lagi)? Yuk kita istiqomah, bersabar dalam penantian suci atas nama Allah.

Lalu bagaimana bila hati sudah condong ingin memiliki? Ya sebetulnya manusiawi, perasaan itu fitrah, nggak bisa ditahan-tahan. Jujur saya pun pernah begitu. Dalam proses syar’i yang saya jalani, beberapa kali saya merasakan ada fitrah rasa suka menelusup halus tanpa disadari yang muncul dari berbagai kekaguman terhadap calon pasangan saya saat ini. Lalu apa yang kemudian saya lakukan? Saya MENETRALISIR PERASAAN. Caranya? Saya menahan diri saya untuk tidak kepo akan aktivitas-aktivitas calon pasangan saya yang biasa beliau publish melalui sosial media. Dan apabila kami harus bertemu sebab keluarga dari saya atau dia ingin pergi bersama, maka sebisa mungkin saya dan dia tidak melakukan interaksi kalau tidak dalam kondisi urgent atau sangat penting. Seperti saat beberapa hari yang lalu mama beliau mengajak saya makan malam bersama, juga dengan adik beliau, maka saya duduk di sisi yang tidak berdekatan dengan beliau, kami juga membatasi pandangan satu sama lain, dan komunikasi saya dengan beliau saat itu hanya pada saat beliau menyerahkan bungkusan makanan untuk saya bawa pulang. Itupun hanya, “Ini buat di rumah..” sambil beliau menyodorkan bungkusan makanan, kemudian saya jawab “Oh iya, makasih..” sambil mengambil bungkusan makanan tersebut. Sudah, segitu aja komunikasinya. Tidak lebih. Aneh? Ya memang. Apalagi yang belum familiar dengan ta’aruf seperti kami. Tapi sungguh seru menjalankannya. Saya merasa bahagia luar biasa melakukan proses yang setiap langkahnya selalu menghadirkan Allah dan bila hendak melanggar, takut pada Allah. Alhamdulillah.

Kembali tentang menganalisa kemantapan hati. Bila shalat istikharah sudah dilakukan, maka tunggulah jawaban Allah. Beberapa memang ada yang disampaikan melalui mimpi. Tapi beberapa tidak. Bila terus menunggu mimpi yang tak kunjung datang, bisa jadi memang jawaban tersebut bukan melalui mimpi. Lalu darimana? Hehe.. coba cek hatimu. Biasanya hati akan mendesak jujur bahwa ia yakin atau tidak pada calon pasangan tersebut. Tapi bedakan ya antara mantap sebab Allah yang memantapkan, dengan mantap sebab nafsu. Bisa kok, rasakan saja.

Saya pun saat berproses awal-awal dengan calon pasangan saya ini, saya melakukan shalat istikharah. Dan alhamdulillah Allah dengan segera berikan kemantapan. Sulit kalau harus dijabarkan dengan kata, tapi saya jelas merasakannya. Indah sebab Allah yang hantarkan rasanya, bukan karena kitanya yang kelilipan cinta sehingga pandangan hati tidak jernih. Benar-benar tidak ada keraguan sedikit pun. Saya yakin, insyaAllah.

 

#4 Perhatikan Saat Semua Dimudahkan

Hambatan itu pasti ada. Namanya juga hidup. Kalau sudah tidak dihambat, ya berarti sudah dipanggil ‘pulang’ oleh Allah. Jadi mau pilih mana? Diberikan hambatan dalam hidup atau Allah segerakan ‘pulang’ menghadap-Nya? Hehe, ya jelas mending diberikan hambatan hidup sembari dituntun oleh-Nya untuk diberikan kemampuan dalam melewatinya. Betul? Betuuuul😀

Begitu pun dalam proses syar’i dalam menuju pernikahan ini. Meskipun ada beberapa hambatan dalam perjalanannya, tapi coba perhatikan dengan seksama, bila mayoritas prosesnya dimudahkan, maka komplitlah sudah. InsyaAllah, atas izin Allah, maka dialah jodoh yang Allah hantarkan pada kita. Dan sebab nama jodoh kita sudah tertulis di Lauhul Mahfuz, jelas kita hanya bisa ikhtiar. Yang penting ikhtiarnya di jalan yang Allah suka, cukup. Zonanya manusia memang hanya berikhtiar semaksimal yang kita bisa, sedangkan zona hasil adalah urusan Allah, suka-suka Allah.

Alhamdulillah saya pun merasakan segala proses yang sedang saya jalankan dengan calon pasangan saya sekarang ini sangat dimudahkan oleh Allah. Pertama dimulai dari pertemuan kami di twitterland, kemudian langsung dimediasi oleh orang yang memang memiliki kapasitas untuk memediasi proses menuju nikah yang syar’i, lalu dari pertemuan pertama ke pertemuan kedua yang berselang hanya beberapa hari itu saya mendapatkan kemantapan hati, dan tak perlu berlama-lama, beliau melangkahkan kaki menemui kedua orang tua saya untuk menyampaikan niat mulianya. Yang ajaib adalah papa saya yang terkenal galak itu pada saat bertemu dengan calon pasangan saya tiba-tiba berubah. Papa menjadi bijaksana dan syukur alhamdulillah dengan mudahnya izin menikah mengalir mulus. Jadi dari pertemuan pertama kami di twitter sampai dengan beliau menyampaikan maksud pada orangtua saya itu total hanya 3 minggu. Dan kami tidak berkomunikasi sama sekali di luar sepengetahuan murabbi. Bila terpaksa harus komunikasi via twitter pun, kami pasti men-Cc pada akun murabbi sehingga komunikasi kami selalu terpantau. Betapa luar biasa memperhatikan kemudahan-kemudahan proses kami ini.

Saat ini proses yang saya jalani sedang menuju ke pertemuan antar kedua belah pihak keluarga. Meskipun ada beberapa hambatan kecil, tapi hati saya tetap yakin. Tentu saja bukan sebab nafsu, melainkan sebab Allah yang meyakinkan. Namanya kehidupan, wajar ada hambatan. Justru seru. Saya yakin kelak ini akan menjadi kisah pengiring jejak langkah manis nostalgia kami bertahun-tahun ke depan bila direstui melangsungkan pernikahan, insyaAllah. Mohon doanya ya agar ikhtiar nikah dalam proses syar’i kami ini berkah dan senantiasa diridhoi Allah.

Saya doakan juga untuk siapapun yang sedang mencari atau bahkan sudah berproses, semoga tetap syar’i hingga tiba saat datangnya hari suci yang dinanti. Barakallah🙂

“Jodoh itu seperti rezeki. Ianya dijemput, bukan ditunggui. Maka jemputlah dalam jalan yang syar’i, maka Allah akan ridhoi.” – Febrianti

59 thoughts on “Betulkah Dia Jodohku?

  1. Mbak, saya dan pasangan saya saling menyayangi kami berpacaran dan sudah mempunyai rencana untuk menikah, tapi di tengah-tengah hubungan kami dia di jodohkan oleh orang tuanya, dan dia menuruti keinginan orang tuanya dan dia memilih meninggalkan saya, tetapi hati saya sudah yakin dan mantap kalau dia itu jodoh ku. Apakah saya boleh berdoa sama ALLAH untuk mempersatukan cinta kami di ikatan yang suci yaitu pernikahan? Sholat apa yang harus saya lakukan?

    1. Berdoalah dengan lapang dan tidak terpengaruh oleh nafsu. Maksudnya, pasrahkan segala keputusan terbaiknya hanya pada Allah, tanpa perlu mencondongkan pilihan lebih berat pada keinginan bersama, sebab bila berdoa namun sesungguhnya di hati terdalam masih inginkan bersama sedangkan mungkin menurut Allah bukan itu yang terbaik hingga Allah tahan yang terbaik sesungguhnya bagimu, kan sungguh sayang. Ikhlaslah. Memang tidak mudah, maka bersabarlah dalam menjalani keikhlasannya. InsyaAllah tiba waktu terindah mengganti setiap detik ikhlasmu🙂

      1. Saya banget. Pacar saya memilih menikah dengan anak pesantren yang baru dikenalnya. Padahal kami sudah pacaran 1 tahun dan tanpa sepengetahuan saya, pacar saya sudah bersiap untuk menikahi perempuan lain padahal baru dikenalnya 2 minggu. Tadinya saya sedih banget. Alhamdulillah ketemu jawaban ini dari mbak.

  2. apakah maksud dari “Maka jemputlah” dalam jalan yang syar’i.. yaitu dengan cara mendekatkan diri kepada Allah, memantaskan diri? mohon penjelasannya!

  3. kaka,,bagus bgt tulisanya
    aku jadi pengen ngikutin jejak kaka,, tapi apa bisa ya😦, aku punya pacar udah 2thn pacaran tp dia ga pnh ngomng k arah tjuan kedepanya pdhal aku dah pgn bgt nikah,, klo setiap aku tanya dia cuma bilang jalanin ajj ya tp ga tau jalanin apa ga ada tujuan,, bingung ka ka harus gmn😦

  4. Assalamu’alaikum teh @pewski, saya terharu bacanya, tapi juga sedih dan malu karena proses saya menuju pernikahan tidak seindah dan se-terjaga teteh😦

    Saya punya seorang teman sejak SMA, kami berteman dengan sangat baik, orang tua saya pun suka padanya karena dia begitu baik.

    Setelah lulus SMA kami kuliah di jurusan dan kota yang berbeda, komunikasi kami menjadi jarang, bertemu pun hanya di waktu lebaran. Tetapi kami masih berteman baik.
    Meski dia tidak pernah meminta saya untuk menjadi pacarnya, tetapi kami sama-sama tahu kalau kami saling suka, dan pada akhirnya hubungan kami menjadi seperti orang pacaran. Ada perhatian, cemburu, komunikasi yang intens, dan bahkan pertengkaran.

    Beberapa kali saya didekati teman-teman di kampus tetapi tetap saja pada akhirnya seperti menggantung, mereka datang dan kemudian berlalu begitu saja. Saya pun tidak pernah merasa “sreg” dengan orang-orang yang mendekati saya, seperti ada hal yang mengganjal, sebuah penolakan yang sangat jelas saya rasakan, sebaik apapun orang yang mendekati saya itu. Pada akhirnya saya selalu merasa condong kepada teman SMA saya itu. Entah kenapa.

    Sampai akhirnya segera setelah dia lulus dan bekerja untuk sebuah instansi pemerintah, secara resmi dia datang ke rumah saya bersama kedua orang tuanya untuk meminang saya. Hal itu terjadi bulan juni lalu. Tetap sampai detik ini kami belum juga menikah karena ayahnya belum mengizinkannya menikah tahun ini😦

    Teteh @pewski yang baik, sejak oktober lalu kami banyak berintrospeksi, kami beranggapan mungkin penyebab tidak bisa disegerakannya pernikahan kami adalah karena kesalahan kami di masa lalu. Kami punya niat baik untuk menikah, tetapi pernah mengotorinya dengan tingkah laku kami yang seperti orang pacaran. Kami kemudian membatasi pertemuan (alhamdulillah sejak dua bulan lalu dia ditugaskan ke luar kota dan mulai bulan ini ditempatkan di luar pulau) dan komunikasi. Ketika berkomunikasi kami sering berdiskusi apakah benar kami berjodoh? Dan kami pun mengingat hal-hal yang tidak disukai Allah yang kami lakukan sehingga mungkin menghambat kelancaran kami menuju pernikahan. Pada akhirnya kami hanya bisa berpasrah kepada Allah.

    Teteh, menurut teteh saya harus bagaimana? Jujur saja, sekarang ini saya benar-benar takut Allah marah sama saya, Allah nggak ridho sama saya. Saya selalu meminta untuk didekatkan dan dimudahkan jika memang saya berjodoh dengannya, dan jika tidak, saya mohon dijauhkan dan dimudahkan untuk menghilangkan perasaan-perasaan yang sudah ada.

    Kalau orang seperti saya ini, yang berniat untuk menikah tetapi pernah mengotorinya dengan aktivitas layaknya orang pacaran, apakah Allah akan memberi petunjuk teh? Apakah kemantapan yang saya dapatkan benar-benar datang datang dari Allah? Saya harus melakukan apa teh agar saya bisa meluruskan niat dan membersihkan hati agar di sisa waktu menuju pernikahan saya (insya Allah tahun depan, aamiin.) ini benar-benar terjaga?

    Saya pun ingin menyegerakan pernikahan karena saya tidak mau lebih lama lagi berkubang dalam kesalahan karena mencintai orang yang tidak halal.
    Terima kasih teteh mau membaca tulisan saya yang panjang ini dan juga berkenan menjawabnya. Semoga proses menuju pernikahan teteh selalu diridhoi Allah, diberi kemudahan serta kelancaran dan jauh dari hal-hal yang tidak baik. Semoga demikian pula dengan proses yang sedang saya jalani ini. Aamiin🙂

    1. Waalaikumussalam..
      Tidak ada yang tidak mungkin terjadi bila Allah sudah ridho. Kun fayakun!
      Alhamdulillah, bersyukurlah karena kamu sudah memahami bahwa ada kemungkinan ketidaklancaran proses menuju pernikahanmu ini adalah karena dosa-dosa di masa lampau. Sebab, di luar sana, ada yang dengan tidak diizinkannya menikah oleh orang tua, mereka malah kabur, kawin lari. Maka sikapmu ini adalah hal yang patut disyukuri. Saran saya, putuskan hubunganmu. Putuskan secara total. Dan izinkan tangan Allah yang bekerja. Lihat kemana arah yang Allah tunjukkan. Bisa jadi sebetulnya Allah ingin tunjukkan yang terbaik namun tersumbat karena kondisimu masih dalam hubungan tidak halal yang jelas Allah tidak sukai. Selain itu, untuk mengkokohkanmu, baca ini “Luruskan Niat Menikahmu”

      1. assalamualaikum
        saya juga mengalami hal yang sama persis dengan teh juwitardn, saya memulai hubungan dengan seorang pria melalui pacaran. Alhamdulillah Allah mempertemukan saya dengan blognya teh pewski. Kemudian keinginan untuk mengakhiri hubungan yang belum halal pun muncul dan akhirnya dapat terlaksana. Prosesnya memang tidak gampang teh. Alhamdulillah pria tersebut mengerti bahwa yang kita lakukan salah, tapi sekali lagi Allah berkehendak lain, hari ini saya memutuskan hubungan, 2 hari kemudian pria tersebut datang kerumah untuk melamar saya, Subhanallah..
        Alhamdulillah kedua orang tua kami memberi izin, Kami ingin melaksanakan pernikahan secepatnya, namun masih ada syarat dari ibu saya yang belum terlaksana, akhirnya kami menjalani proses khitbah..
        saat menjalani proses khithbah, kadang pertanyaan pertanyaan seperti yang ada difikiran teh juwitardn muncul. Sekarang saya cuma bisa berdoa dan minta didoakan semoga memang ini yang terbaik menurutNya, aamiiinnn..
        Minta pendapatnya juga ya teh pewski🙂 syukron..

  5. Subhanallah…sebuah tulisan yang berangkat dr sebuah ketulusan hati. Makasi teteh Almeera…saya belajar banyak. Doakan saya untuk senantiasa meluruskan niat, memperbaiki diri dan memantaskan diri, agar segera dipertemukan dengan Pangeran Surga dan menyempurnakan separuh iman ke gerbang pernikahan yang suci. Amiiin..

  6. assalamu’alaykum.

    mohon berbagi ilmunya..hal mendasar apa yang harus saya tahu dari calon pasangan saya..kebetulan skrang saya sedang menjalani proses ta’aruf…masih sangat awal memang proses yg kami jalani.

    awalnya kami ketemu hanya sesekali dr akun sosial media…awalnya hanya kenalan…nama, daerah asal, pekerjaan, tinggal dmna, sama syapa tinggal, terus tukeran no hp.

    komunikasi kami berlanjut ke telpon karena entah karena apa akun sosial media dia ke blokir dan katanya males untuk bikin lagi… jujur saja sampe proses ini saya tdk faham dg tujuan dia yg sesungguhnya karena saya hanya mikir mungkin cuma ingin berteman saja..
    awalnya dia telpon dr hp ke hp…..komunikasinya lebih ke hal yang serius menanyakan tentang siap atau tdk siap menikah, ini awal dia jujur sebenarnya sedang mencari calon istri….masih dengan ketidakfahaman saya maksud sebenarnya dia ke saya mau nya seperti apa..saya jwb hanya apa adanya..

    kemudian hp dia rusak..no nya tdk bisa dihubungi dan dia pake no kantor…kalo tlp cuma nanya kabar, bagaimana aktifitas qt masing2…jd sangat singkat kalaupun tlp.

    saya sudah berusaha utk tanya knapa hp nya gak diperbaiki..tp dia beralasan belum ada waktu untuk memperbaikinya..saya tdk bisa memaksa..itu terserah dia saja toh memang sampe tahap ini blm ada kejelasan dg maksud dia menghubungi saya maunya sebenarnya apa.

    kemudian sebulan kemudian dia tlp dan tanya2…kriteria calon suami, rumah tangga yg ingin dibangun maunya seperti apa, sudah punya bayangan punya suami yang statusnya duda & punya anak apa blm, dan disini awal dia jujur tentang status dia adalah duda punya anak, dia bermaksud ingin berproses ta’aruf dg saya, bertanya apakah saya mau atau tidak.

    saya meminta waktu untuk berfikir dan istikharoh terlebih dahulu….apa prosesnya mau berlanjut…saya berfikir ini benar benar tdk terbayang..sama sekali saya blm tau wajah dia. blm tw akhlak dia. blm tw apa yg udah dia sampaikan benar atau tidak. apa yang dia tawarkan serius atau tidak.

    untuk itu saya mohon share ya mba…mohon berbagi ilmunya. apa yang harus saya lakukan???

    1. Bismillahirrahmanirrahim… Smg allah meridhoi.. Firman allah.. Hanya dg mengingat allah hati akan menjadi tenang. Maka ingatlah allah dg cara mencari ilmu allah yaitu agama islam melalui al quran dan hadits. Dg mempelajari isi keduanya.. Insya allah.. Allah akan dekat dihati kita dan mengarahkan jalan hidup kita kpd Hidup yg lebih terarah sesuai petunjuk ajaran agamaNya. Insya allah aamiin

  7. aku binguuuung… yang satu bru kenal n di jodohin temen,, yang satu kenal gak sengaja di tokoku… dua duanya yakin aku jodoh mereka… aku stress.. gak mau di bilang plin plan….gimana nih mbak…. aku takut pilihan mereka gak seindah harapan mereka kalau memilihku,,,,😥

  8. jika ada seorg laki2 pnya niat meminamg qt ,,bolehkah qt menolaknya dulu teh,,krna blm siap ja tp trkadang pingin menghalalkn suatu hbungan tp bngung ja

  9. saya punya 1 saja pertanyaan!
    saya ingin mengajak pacar saya ke jalan yang benar, tetapi dia tidak mau (mungkin tidak siap). kami sudah 5 th pacaran. aq takut kalau sampai dia berbuat banyak dosa.
    saya sudah bersabar dengan sikapnya. apa yang harus saya lakukan? saya sudah putus sama dia, yang saya harapkan adalah dia menjadi orang yang benar2 baik.
    setiap hari saya selalu berdoa untuk dia!

  10. Saya menyukai seniorq tp sy blum yakin betul dengan hatiku makax saya blum jujur m dia kalau sy ingin serius m dia,,,, trus yang selama in sy lkukan untuk menutupi kegelisaanq dengan berdoa dalam shlt, agar d berikn petunjuk,,,,tp sampe saat in blum ad petunjk yg jelas ap dia akan jd jdohq krn ini sangat menyiksa driq q ikhlas melupknx tp ht tetap memilih dia,,,ll q harus gmn biar tdk tersiksa dgn perasaan in

  11. Nah, menurut Mbak, gimana kalau memang mustahil ta’aruf lantaran dia memang bukan orang yang tahu? Hihi, jangan dijawab. Ini cuma pengantar aja.

    Simply put, sebenernya gak pernah ada rencana untuk mikir nikah – ya karena alasan personal, mungkin gak perlu diceritakan, tapi bukan urusan akidah. Anggap aja alasannya cukup kronis dan ga sepele, dan saya pikir kebanyakan orang pasti sampai ngeri kalau denger ada orang ga pengen nikah, but that’s what happened anyway, dan kalau orang cuma mau tanya kenapa dan dipersalahkan “kok gak mau nikah” gak bakal menyelesaikan masalah.

    Tapi baru-baru ini siapa sangka ketemu orang yang saya bisa terbuka ke dia. Ini konteks awalnya pertemanan ya, bukan buat teman hidup. Cuma setelah berapa lama, kelihatanlah tanda-tanda kalau dia ada rasa lebih dari teman.

    Now to make things even interesting, dia orang asing, *jeng jeng*, US to be exact, and yes, not a muslim, of course. And guess what, saya kenalnya dari internet. Hadeh.

    Tapi seperti yang saya bilang, saya ada sakit kronis di psikis yang bikin saya gak pengen nikah, jadi ketika deket sama orang ini, saya ga ada pikiran lain buat aneh-aneh. Apalagi dari internet, yep. I am on the same page as most of you, I think, dan untuk urusan ini, saya selalu pengen rasional terlebih dahulu.

    Saya awalnya pengen nolak. Kasihan kalau ngejar orang yang udah “sakit”. Saya sendiri kuatir dia cuma wishful thinking atau pengen kenalan doang karena penasaran. Lagipula, again, it’s from internet. So much for only “going out”. Jarak itu salah satu hambatan yang bakal bener-bener hebat. Perbedaan budaya. Dan yang jelas vital, yang mungkin bisa “diabaikan” waktu kamu cuma teman: agama.

    Tapi setelah ngobrol lebih lama, ternyata dia mau untuk sampai tujuan long-term. Saya tuturkan perkara perbedaan, termasuk agama. Saya juga ngelurusin kalau saya gak suka kalau dia cuma pindah agama sebagai solusi but nyatuin dua hati doang. Dan dia mengiyakan itu.

    So that’s it. Berarti saya ga bisa mempermainkan perasaan dia. Keputusan saya kudu no as straight no or yes as straight yes.

    Setelah selama beberapa fase coba mangkir dari perasaan sendiri, akhirnya saya mengakui ke diri sendiri kalau sebenernya saya gak bener-bener pengen “gak nikah”. Mungkin buat orang lain yang waras, nikah itu buat dien. Buat saya, selain buat dien, itu bisa jadi support psikis besar. Saya ini penyendiri kronis. Sebagai mahasiswa psikologi sendiri, rasanya saya sendiri bisa bilang saya ini bukan “orang kebanyakan”.

    Anyway, saya bukan mau tanya nasehat sih. Anggap aja pengen diskusi/sharing santai biasa.

    US itu gimana juga kultur dengan muslim sebagai minoritas. Pasti banyak yang bakal kerasa asing buat dia. Kita gak bisa mengenalkan berbagai macam termasuk agama dengan cara yang sama kita ngingetin temen deket kita mungkin. Kita di Indonesia tanpa kita sadari sebenernya banyak nilai-nilai budaya yang “mendukung” nilai dalam Islam itu sendiri – so that makes us have closer gap to learn fully about Islam. Sebagai contoh, orang yang sekadar pakai jilbab waktu keluar sementara waktu tamu masuk ke rumah malah gak pake; karena dia seenggaknya sudah familiar dengan konsep jilbab, kita tinggal “membenarkan” terus “mengingatkan”.

    Well, that’s not the case for people who are foreign to the concept. Kita bakal masih perlu fase pengenalan.

    Dan nggak, saya nggak mau menjustifikasi cara yang gak bener. Masa SMA saya habiskan dengan dunia yang sampe akrab istilah akhwat-ikhwan. Saya belum kaffah, tapi sekadar gambaran, saya tahu sejauh apa. Tapi berhubung saya di psikologi, saya kentel banget sama perbedaan budaya/bahasa. Saya ngerti banget betapa mudahnya salah paham terjadi. Gimana caranya mengenalkan sesuatu yang baru pada orang yang sama sekali gak tahu. Semacam itulah.

    What a challenging task, that’s what I think atm.

  12. bagus blognya..
    jodoh itu harus dijemput..seperti apa???
    apa pantas ya perempuan cari jodoh..???
    usiaku udah 26thn sist,terasa ada malu,sediih melihat teman2 seumurku udah menikah dan punya anak..sdgkan q blm ketemu juga..
    dan q pny adik perempuan,sptnya ada tanda2 ingin menikah.
    aduh..rasanya hati ini dipojokan utk segera menikah.
    tp bingung mau cari dimana???
    hehe jadi curhat^|^

  13. mbk sy dulu waktu sma disurh buat contoh undngan pernikahan, biasanya kan loe punya pcr sama pacarnya pasanganya sy single, ngarang aja. Sama Reyhan saputra Tiba” waktu kuliah dpt knln dr fb namanya yogi, stlh 3hr saya tanya namanya dan teryata kepanjngnya yogi reyhan saputra entah kebetulan atau apa. Stlh sering berkomunikasi lwt jejarng sosial tb” dia blng suka pdhl blm prnh ketemu rmh kami sangat berjauhan, dan ternyata dia jg suka dgn temen dkt nya dia sholat istikharah, sy jg sholat istikharah, agar bisa ikhls menerima petunjk dr allah. Apa yg hrs sy lakukan tlng blz:-)

  14. mbk sy dulu waktu sma disurh buat contoh undngan pernikahan, biasanya kan loe punya pcr sama pacarnya pasanganya sy single, ngarang aja. Sama Reyhan saputra Tiba” waktu kuliah dpt knln dr fb namanya yogi, stlh 3hr saya tanya namanya dan teryata kepanjngnya yogi reyhan saputra entah kebetulan atau apa. Stlh sering berkomunikasi lwt jejarng sosial tb” dia blng suka pdhl blm prnh ketemu rmh kami sangat berjauhan, dan ternyata dia jg suka dgn temen dkt nya dia sholat istikharah, apa yang harus saya lakukan

  15. Sy kenal dengan tmn dkt melalu fb. Namanya yogi kt blm prnh ketemu, rmh kami sngt berjauhn stlh berhari” berkomunikasi dia suka dan saya juga suka, dia jujur bilang kalau dia ada rasa sama sy, tp disisi lain dia juga sedang suka dgn tmn dktny, dia memutskn shlt istikhara, dan sy sempat kaget ketika tanya nama kepanjanganya namanya yogi reyhan saputra, sy jd ingt waktu di surh bwt conth undang pernikhn krn sy single sy ngarng nama pasangn sy, entah kebetulan atau gimana. Dan jujr baru kali ini sy melakukn sholat istikhara mohn di blz

  16. saya pernah berkenalan dengan orang pakistan lwt Facebook, trus ak ngeliat foto dia dan adik’a. pas ngeliat poto adik’a aja aku langsung punya rasa suka. aku sering berdoa kpd alloh biar dapat jodoh sprti adik’a. berbgai usaha agar ak bs knal sm adik’a. namun, ia sngat cuek, bhkan ak d blokir.. aku sangat sering berdoa kpd allah biar mempertmukn ak dgn adik’a. tapi malah aku sering bermimpi dilamar sm adik’a. tolong ak ya, bgaimana cra memperbaiki ini?

  17. Ta’aruf tp k0q udah ktmu dulu lewat twiterland.?
    Kata Ust.NU tulen : kita tdk bz menilai calon istri / suami kita itu sholeh/shaleha, kcuali oleh mediator yg memang jga kita aggap shaleh! Yg biasa nya pnilaian itu adlah melalui mediator yg jeli dn crdik mlihat pantas atau tdk nya, kmu dgn dia.
    Hehehe. Wallahu’alam.

  18. asslam mualaiikum wt,wb

    emba q mau tanny apa kah keyakinan bahwa dia jodoh q,ap itu menjjadi akenyataan

    q punya pacar pi udah putus,pi setelah putus q mmalah menjadi dewasa dan bertambah iman q,tapi q malah jadi sayang banget sm mantan qu,pi dia ny cuwek
    q mncoba shalat iksstikharah malah q mimpi mantan q datang krumah trusqu di ajak kerumah orang tua nya,apakah mimpi itu bertanda bahwa dia jodoh qu,
    kenapa setelah q shalat iistikharoh kq makin yakin klu dia jodoh qu<

  19. Kok mirip ya?
    Wanita yang saya khitbah adalah adik kelas dulu (SMA) tp baru 40 hari kenal di FB (1 tahun setelah wisuda) sudah saya lamar. Bapaknya terkenal galak (katanya) tp setelah pertama kali bertemu saya, semua berubah.

    Masya Alloh ^_^

  20. saya benar2 terharu mbk membacanya, semoga hubungan saya dgn pasangan saya juga di ridhoi oleh Allah mbk. dan berlanjut sampai ke jenjang yg lebih lanjut amiiinnnn……….

  21. assalamua’laikum
    teh,dulu saya kenal seorang duda anak 1,kita baru kenal 1 minggu,dia sudah 3x dtang kerumah & niat melamar saya,tapi saya hanya diam trus dia langsung ngajak nikah minggu depannya tapi saya minta waktu ta’aruf bberapa bulan dan dia tidak setuju.Lalu saya shalat istikharoh tp hati saya jadi ragu terus pada satu hari dia mengundurkan diri katanya mahar yang saya minta terlalu tinggi.
    terus apa saya salah teh?saya bingung,sekarang saya ingin segera menikah tapi apa harus sya minta dia kmbali?

  22. mbak,saya mau nanya.saya sudah brpcaran 2 thn lbh.orang tua saya sudah setuju.dan kami ingin melanjutkan k jenjang prkawinan.dl ortu saya menjanjikan thn 2014 pesta.tp setelah di rumbukan lg,ortu saya malah ngundur waktu nya krna alasan tdk ada uang.padahal saya mau cepat2 supaya tdk trjdi zina.apa yg hrus saya lakukan untuk melunakan hati ortu supaya thn 2014 sudah ada pernikahan kami.

  23. Aq pgn gt,tp g bs.
    Smuax trlalu cpt,gr2 camer mnta cpt.pdhal cuma 1x aq dbwa krmhx,toh htiq pun jg msh bimbng,msh blm ad rncna nkh.aq g s’p krna si clon bru ptus dr krjax,aq pkr nggu dl 1th b’r ad ksmptn bwt clon utk nbung,eh mak nya mnta bru2.mlut ini g bs blg tidak,slalu iya,wlaupun htiq brkta jgn dl,knpa y?
    Akhrx si clon pusng sndri cri biaya,sking sbukx mpe emsi mlu2,dr lmran mpe mw mnkh (jrk 3bln) slalu tengkr.slalu slh klo aq ngmg.mpe ikt pusng.skrg tgl 3mggu mw k prnkhn,msh aj gt.gr2 gt mpe ad org l’n dhtiq,bru2 ini.dn rsax yg bru ini lbh dr yg aq hrapkn,dn lg dy tmn krjq.dn jg dy mlai mnjkkan klo ska (np g dr dl).Y Allah. . .ini cb’n ato ap?hduuu. . . .aq jd pusng.

  24. Mbk, saya dlu pernah pnya pacar n hendak mengajak ke jenjang yg lbh serius, tp wkt itu sya blm siap karena sya ingin lulus kuliah dulu. Akhrnya kita putus karena sya jg blm lulus2, tp skrng saya sudah merasa siap n dianya sudah terlanjur tdk mau memperbaiki hubungan gy.
    Bolehkah saya berdoa untuk brharap menjadi imam saya nanti d keluarga n menunggunya,? Padahal dia sudah tidak mau membuka hati buat saya.
    Saya jg mau d jodohkan, tp saya tidak mau, karena saya ingin memantapkan hati dg mantanku saja.
    Bagaimana mbk menurut anda?

  25. Baca artikelnya bikin aku mewek mbak😥
    Semacam nyesel gitu.
    Nyesel kenapa nggak dari awal punya hubungan yang Islami kayak mbak..
    This post is totally inspiring me🙂

  26. Assalamu’alaikum…
    Saya sama pasangan berencana menikah. Targetnya setelah lebaran tahun ini. Tapi tiba2 saja dia bicara, “Padahal niat kita ingin menikah, tapi kenapa seolah semuanya dipersulit? Kita sudah berusaha, berikhtiar, berdoa, tapi tetap saja tidak ada perkembangan. Kadang merasa lelah dan hampir putus asa.” Aku selalu menyemangatinya untuk selalu bersabar dan tetap semangat, tapi sepertinya sudah tidak ada artinay lagi buat dia. Ditambah lagi, dia mendengar dari kakaknya bahwa ternyata selama ini Bapaknya tidak terlalu suka dengan saya. Dia lalu ngajak saya untuk rajin2 tahajud dan minat petunjuk sama Allah.
    belakangan ini saya ngerasa sikapnya sangat berubah😦
    Apa artinya semua ini? Apakah mungkin Allah mulai menjauhkan kami? Apakah ini artinya dia bukan jodoh saya? Tolong kasih saya nasihat Teh…

  27. Subhanallah, saya jg menyesal knapa sedari dl tidak mentaati aturan Allah,😢

    Saya jg mau curhat, saya bunga (23thn) sdh pacaran 3 tahun, selama ini kami menjalani hubungan pacaran yg tidak halal, sedangkan pacar saya (26thn) berjanji tahun depan akan menikahi saya,
    Jujur saja saya sangat lelah, juga lelah dgn semua janji nya, saya ingin cepat menikah, saya slalu merasa berdosa menjalani hubungan ini, tp bingung saya harus bagaimana, apakah harus saya putuskan
    Ingin nanti saya coba sholat istikharah, biarkan Allah yg tentukan…

  28. Terima kasih mbag,,, alhamdulillah aq putus total dan mudah mudahan Allah membimbing ke arah yg lbh baik yg d ridhoiNya… Memang benar.. Yakin saja sama Allah biar Allah tunjukkan skenario terbaiknya… Jangan berharap pada manusia yang ada hanya kecewa.

  29. Aku bingung.. aku punya pacar lumayan pacaran hmpir 5th .. dia brjnji awall bulan mau mlamar saya . Tapii ntah knapah sayah m.batalkan smua .
    Dan saat ituh kita bubaran slama 2bln . Di situh kita mrasakan jauh darii pndangan lagi rasa.a sakiit . Tapii suatu saat ada ss orang tmn krja qhu . Tiba” diia mau melamar qhu . tiba” jga aku mau .. eh udah mau mlamar blan maret aku baralin lagii . Krna mantan qhu kembali lagi . Dia bilang mau nyriusin sayah .. yg bkin sayah binggung dua” nya mau lamar sayah beasok .. saya harus gimana . Pilih mantan saya apa tmn kerja sayah 😔. Tolong pndapatnya 😢

  30. baru baca artikel ini…bagus..inspiring…hampir sama seperti yg aku jalani sekarang..aku dan dia diperkenalkan oleh kakak nya..walaupun jarak rumah kami sangat berdekatan ( karena satu kampung ) kami hampir pasti jarang bertemu..sms pun bisa d hitung dgn jari..tapi kami saling menjaga kepercayaan..semoga Allah mengikat kami berdua dalam pernikahan yg suci..amiin…

  31. Assalamualaikum
    Mba tulisannya bagus bgt membuat saya bisa semangat dan saya di sini pnya masalah saya berpcran dg seseorang dan stlah berpcaran saya selidikin dia lwt sosmed tryata dia sudah bertunangan dan bbrp bln lagi akan menikah. Dan dia abis lbran kmrin menghilang tdk bs di hubungi pas saya bbm utk menanyakan kejelasan sm dia tp pin saya di delcont dan akhirnya semuanya saya bongkar ke tunangannya dg mengirimkan smua bukti ttg hbgan kami. Saya jujur kcwa juga sedih dan sempat sakit hati jg stlah tau status dia dan dia mengaku ke saya smuanya stlah saya bongkar ke tunangannya dan dia blg klo dia ke saya sengaja mempermainkan dan membohongi saya pdhl di awal knl saya bbrp x menanyakan statusnya dia sllu jwb jomblo. Dg ujian ini membuat saya dkt dg Allah dan saya memohon petunjuk sm Allah ttg jdoh saya. Apa yg msti saya lakuin mba apakah salah saya memberi tau smuanya ke tunangannya krn sikap dia yg ga berani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s