Uncategorized

Berbaik Sangka Pada-Nya dengan Mengganti ‘Kacamata’

“Mustahil Allah persulit jalan bagi hamba-hamba Nya yang ingin menyegerakan kebaikan. Yakinlah dan tetap berbaik sangka pada-Nya.” – Febrianti

Sepandai-pandainya manusia merancang sebuah rencana dalam kehidupan, tentu saja kenyataannya tidak bisa semulus sentuhan-sentuhan pena di atas kertas. Pasti ada saja hambatannya. Hanya beda-beda level. Ada hambatan yang biasa-biasa saja, tapi juga ada yang cukup menyulitkan hingga mengharuskan kita memutar otak berkali-kali untuk mencari jalan keluar agar segala rencana kita tetap berjalan sesuai harapan.

 

MENGGANTI ‘KACAMATA’

Jelas menyesakkan ketika kita dihadapkan pada suatu hambatan dalam menjalani suatu rencana dalam hidup. Tapi ternyata ini bisa diatasi dengan cara sederhana: mengganti kacamata. Barangkali kita merasa suatu hambatan itu besar atau sulit karena sudut pandang kita memang berada di tempat dimana kita hanya bisa melihat sisi negatifnya saja. Kalau malas berganti tempat, yuk ganti ‘kacamatanya’. Bingung? Oke izinkan saya bercerita singkat..

Alkisah ada seorang Raja yang sangat arif dan bijaksana. Rakyatnya sangat mencintai beliau sebab beliau sangat memperhatikan kesejahteraan rakyat. Tak hanya itu, seisi istana pun sangat menghormati sang Raja sebab Raja tak pernah merendahkan para pekerja. Semua dianggap keluarga. Terlebih lagi sang Permaisuri yang sangat cantik. Permaisuri sangat berbahagia menjadi pendamping sang Raja yang luar biasa. Sampai suatu ketika, sang Raja ditimpa oleh penyakit aneh. Tak satupun mampu menyembuhkan. Penyakitnya adalah sang Raja akan pingsan bila melihat warna selain warna ungu. Alhasil sang Raja sering sekali pingsan sebab dunia ini dikaruniai beraneka warna. Maka dikeluarkanlah perintah bahwa semua penduduk negeri bahkan Permaisuri sekalipun harus dicat seluruh tubuhnya dengan cat warna ungu permanen. Lalu hanya diperbolehkan mengenakan pakaian warna ungu. Begitupun dengan pohon, rumput, rumah, hewan ternak, dll. Tapi keputusan itu ditolak oleh seluruh warga. Meski mereka menyayangi sang Raja, tapi hal tersebut sungguh sangat merepotkan. Bahkan Permaisuri tercinta pun sampai menangis sebab bingung antara menyayangi Raja tapi juga tak mau tubuhnya di cat warna ungu. Suatu ketika, datang seorang pemuda, seorang warga biasa yang menawarkan ide untuk mengatasi penyakit sang Raja tersebut tanpa memberatkan seluruh penduduk negeri. Tanpa disangka ide brilian lahir darinya. Ia mengusulkan Raja untuk mengenakan kacamata dengan kaca berwarna ungu, dimana semua yang Raja lihat nanti hanyalah warna ungu. Sederhana, mudah, dan manjur. Akhirnya Raja dipakaikan kacamata dengan kaca berwarna ungu kemudian hari-hari berjalan lancar seperti biasa, Permaisuri tetap mencintai sang Raja, selayaknya seluruh rakyat mencintainya.

See, seringkali kita merepotkan diri kita dengan mencari solusi yang malah menyulitkan diri kita. Padahal cara penyelesaiannya sesederhana dengan mengganti ‘kacamata’. Kacamata negatif dengan kacamata positif. Kacamata buruk sangka dengan kacamata baik sangka.

 

ALLAH ALWAYS GIVE US THE BEST

Sudah diganti kacamatanya? Alhamdulillah. Yuk sama-sama kita taddabur. Tak satupun hal terjadi di muka bumi ini tanpa seizin Allah. Dan semua hal yang telah Allah izinkan untuk terjadi itu merupakan hal-hal yang membaikkan hamba-Nya. Hanya saja terkadang hal-hal membaikkan tersebut tersembunyi dalam bentuk masalah atau hambatan-hambatan. Pertanyaannya, apakah kita mau bersabar sembari terus berikhtiar sambil mengenakan kacamata baik sangka pada Allah? Hanya orang-orang dengan kegigihan tinggi yang sangat mencintai dan meyakini kekuatan Allah yang mampu menjalankannya. Semoga kita salah satunya, aamiin..🙂

Pahami yuk, kenapa pada fase-fase tertentu dalam kehidupan kita, kita seakan dipersulit? Baik sangka ya. Itu terjadi sebab Allah ingin hidup kita berwarna. Allah menginginkan kita menabung kisah menarik perjuangan kita sampai kita berhasil mencapai segala hal yang kita harapkan. Bayangkan kalau semuanya lancar-lancar dan mudah-mudah saja kemudian berhasil. Keberhasilannya tetap nikmat, tapi tak ada kisah yang mampu menggiring nostalgia untuk tersenyum bersama saat mengingatnya kembali. Tak ada pula syukur yang meliputi diri sebab merasa pencapaian tersebut begitu berharga mengingat perjuangan kita yang luar biasa. Juga tak akan ada kisah yang bisa kita bagikan pada yang lain sebagai inspirasi. Jadi, segala kesulitan itu sesungguhnya punya maksud yang sangat baik dari Allah. Dan sebab Allah sesuai prasangka hamba-Nya, teruslah gunakan kacamata baik sangkanya ya🙂

Bila masalah atau hambatan yang dijalani berkaitan dengan hati manusia yang lain, pahamkanlah bahwa sesungguhnya Allah lah yang menggenggam hati manusia. Allah mampu membolak-balikkan rasa hati manusia semudah membalikkan telapak tangan. Jadi jalan ikhtiar langit terbaik ya berdoa. Jemput ridho Allah, sebab hati para manusia itu Allah yang genggam.

Tak perlu risau dengan hasilnya, sebab zona hasil adalah urusan Allah, suka-suka Allah, kita nggak bisa atur-atur. Urusan kita hanya ikhtiar semaksimal yang kita bisa. Jangan lelahkan diri kita dengan hanya sibuk ikhtiar dunia saja, minta sama Allah yang punya dunianya sekalian. Lebih mantep. InsyaAllah. Berlapang dada dan berbesar hatilah. Setiap sudah ikhtiar, pasrahkan pada Allah. Nikmati setiap prosesnya. Bila kita tetap ikhtiar sembari berpegang teguh pada Allah, akan tiba saat dimana segala kesulitan dan hambatan ini menunjukkan bentuk aslinya yang menyenangkan, insyaAllah.🙂

“Laa Tahzan. Inallaha ma’anna.. – Jangan bersedih, sesungguhnya Allah selalu bersama kita..”

3 thoughts on “Berbaik Sangka Pada-Nya dengan Mengganti ‘Kacamata’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s