Jangan Mau PACARAN Sama Saya :)

10 Agu
Akad

29 Januari 2011, Allah kasih saya suatu pengalaman berharga yang lucu.

Soal cinta dan soal prinsip.
Hm.. bukan sesuatu yang pantas ditertawakan, tapi kok saya selalu tertawa ya mengingat kejadian itu.
Hahahahaha!! :D
Eh ehem ehem, maaf, back to the story..

Pagi itu saya disibukkan dengan kegiatan perpasaran (bahasa keren dari ngubek-ngubek di pasar). Belanja bahan baku untuk sebuah usaha yogurt yang masih saya rintis, Almeera Yogurt, *uhuk promosi. Ngomong-ngomong, mohon dukungannya selalu ya untuk Almeera Yogurt :)

Nah, sebelum saya ditimpukin pake sendal sama yang baca postingan ini, ini dia kisahnya..

Siang hari, saat saya sedang melakukan tahap produksi yogurt, seorang laki-laki datang ke rumah. Teman sebaya waktu masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Untuk selanjutnya, sebut saja laki-laki itu dengan “dia” (penggantian nama yang nggak ngaruh) hihihi..

Tingtoooong.. (bunyi bel rumah, bukan tukang es)
Dia membuka percakapan “Hey, apakabar feb?” sambil mengulurkan tangan. Dengan keramahan, kemudian saya mengambil recehan dan menjatuhkannya tepat di uluran tangan dia. Kemudian dia bilang, “Kok recehan? Dikit amat?”, lalu saya pun mengambil sapu dan berteriak “Jangan ngemis disini!!!”. Hahaha oke oke, itu bercanda. Lanjut ya…

Sapaan ramahnya saya sambut dengan jabatan tangan, “Alhamdulillah kabar baik..” jawab saya sambil tersenyum dan dilanjut dengan “Udah lama ya kita nggak ketemu :)” .. “Iya bener, lama banget Feb. Oh iya, Feb..” ucapannya terhenti. “Ya, kenapa?” .. “Emh.. ini Feb.. Pager rumahnya bisa dibukain dulu nggak?”

Hahaha, singkat cerita, saya dan dia terlibat obrolan cukup panjang yang menelan kami ke memori masa lalu. Tiba-tiba..
Dia  : “Feb, mau ngomong serius nih”
Aku : “Apa?”
Dia : “Langsung aja nggak basa basi lagi ya. Aku suka Feb sama kamu! Dari dulu. Tadinya mau nyerah, tapi makin kesini malah makin kuat. Ditambah liat kamu sekarang makin ngeyakinin aku kamu bakal jadi sosok luar biasa di keluarga nantinya”
Aku : (senyum) “Alhamdulillah..”
Dia : “Kenapa?”
Aku : “Kamu normal ternyata”
Dia : (GUBRAK!) “Gini deh, mau nggak.. jadi pacar aku? Aku janji bakal serius.”
Aku : (senyum lagi) “Yakin kamu serius?”
Dia : “Sumpah! Serius banget!”
Aku : “Yuk ke dalem rumah yuk, mumpung papa mama aku ada di dalem tuh.”
Dia : (bengong) “Ngapain?”
Aku : Lamaran. Tuh mumpung ada orangtua akunya”
Dia : “Hah? Apaan, belum siap lah!”
Aku : “Lho, katanya serius..”
Dia : “Maksud aku tuh pacaran dulu. Sambil ke arah sana ntarnya. Gila aja ngelamar sekarang.”
Aku : (senyum lagi) “Bismillah.. Ehem, gini… aku nggak mau Allah cemburu karena menyayangi manusia lain sebelum sah sebagai muhrim. Pacaran setelah menikah insyaAllah lebih barokah dan halal. Aku juga cuma mau menikah sama orang yang berani datang ke orangtuaku dan mohon izin buat minta aku.”
Dia : “Lah, kalau ternyata orang yang dateng ke orangtua kamu ga punya apa-apa, jelek, bodoh misalnya, kamu mau?”
Aku : “Jodoh yang terbaik adalah yang dipilihkan Allah, bukan aku yang pilih pilih. Lagian, kalaupun ga punya apa-apa, jelek, dan bodoh, toh dia berani kan nemuin orangtua aku. Berarti punya tanggung jawab. Kamu, berani nggak?”
Dia : …….
Aku : (senyum) “Maaf yaaa..”
Dia : “Oke deh! Kalau gitu, tunggu aku berani nemuin orangtua kamu setelah lulus dan kerja mapan, tungguin!”
Aku : “Silakan, kalau nggak keduluan orang yang berani lebih cepat” :)

Tau kata-kata “Jodoh di tangan Tuhan”? Saya setuju. Saya tambahkan.. “Dan akan tetap berada di tangan Tuhan jika kita tidak segera mengambilnya”.. “Atau parahnya, sampai pindah ke tangan yg lain” Hehehe..

Bismillah, saya istiqomah menunggu seseorang yg BERANI menemui kedua orangtua saya dengan penuh tanggung jawab :)

Diposting kembali dari Facebook notes saya

Udah Saya Bilang Jangan Pengen Pacaran Sama Saya” :)

About these ads

15 Tanggapan to “Jangan Mau PACARAN Sama Saya :)”

  1. Bestari E. Nurmei 2 Oktober 2012 at 06:42 #

    baca semua artikel2 kamu dari halaman atas sampek bawah bnr2 inspiring bangett… aku jd merenung bwt diri sendiri, kpn ya menjadi seorang wanita muslimah sejati.. T_T (pengen banget tapi gak tau nih masih byk aja godaanx,, hahaha..)..
    apalagi baca tulisan kamu yg “jgn mau pacaran sm saya” , wah.. pokoknya subhanallah banget dah…
    pokoknya pew, aku salut banget sm perjuangan kamu u berubah, berubah ke arah yg lebih baik n melakukan byk pengorbanan slm proses berjuang mu itu,, salut… :)
    *uppss.. lupa,, btw salam kenal pew.. dari Bestari, Beswan 27 Malang,, :D

    • Almeera 3 Oktober 2012 at 01:26 #

      Salam kenal juga Bestari :)

      InsyaAllah akan selalu ada jalan kok untuk siapapun yang mau belajar. Karena yang paling penting itu terus belajarnya, bukan hasil akhirnya :)

  2. Rona Fauziah 11 Oktober 2012 at 13:14 #

    Suka banget sm postingannya :D

    • Almeera 18 Oktober 2012 at 00:06 #

      Diaplikasikan sama anda juga bisa. Mantapkan hati hanya untuk yang halal nanti :)

  3. Rona Fauziah 11 Oktober 2012 at 14:12 #

    Saya suka banget postingannya :D

    • Almeera 18 Oktober 2012 at 00:06 #

      Terimakasih sudah berkenan membacanya :)

  4. @kangkori 12 Oktober 2012 at 02:50 #

    Ohhhhhhh begitu baiklah inspiring… Berani seperti singa, memanah tepat seperti robin hood…

  5. fajar 5 November 2012 at 04:19 #

    ceritanya bagus, boleh kutip di blog dgn mencantumkan sumbernya ?.. tapi mungkin sedikit pertanyaan, istilah muhrim, mgkn lebih tepatnya mahrom, ..krn maknanya beda. CMIIW

  6. dwidaniarti 8 November 2012 at 04:20 #

    Reblogged this on Dani Notes .

  7. Liza Pratama.S 8 November 2012 at 07:12 #

    Assalamualaikum..
    Saya suka postingan artikel ini, menyangkut kehidupan pribadi saya yang sering dicibir dan disindir teman-teman saya karena tidak pacaran. Awalnya saya sempat minder, tapi berkat keyakinan saya yang kuat dan setelah dari membaca artikel ini, saya semakin untuk berkomitmen untuk tidak pacaran.. :)

    Salam kenal ya Pew.. :D

  8. Sofyan Yusuf (@sofyanyusuf) 9 November 2012 at 08:36 #

    ada teks:
    Dia : “Lah, kalau ternyata orang yang dateng ke orangtua kamu ga punya apa-apa, jelek, bodoh misalnya, kamu mau?”
    Aku : “Jodoh yang terbaik adalah yang dipilihkan Allah, bukan aku yang pilih pilih. Lagian, kalaupun ga punya apa-apa, jelek, dan bodoh, toh dia berani kan nemuin orangtua aku. Berarti punya tanggung jawab. Kamu, berani nggak?”

    jadi terharuh, dan mungkin agak kurang percaya, ternyata masih ada wanita ya orang kaya gituu…..

  9. ana 15 November 2012 at 00:26 #

    Sbg perempuan apa kita harus terus menunggu? Bukannya tetap hrs berusaha?
    Lalu gimana usaha yg baik & sesuai jalan Allah SWT? Saya benar2 bingung
    terima kasih:-)

  10. fhalla 15 November 2012 at 01:39 #

    luar biasa mbak..
    sooo inspiring,
    :’)

    mari memantaskan diri.. :D

  11. whitelotus 18 November 2012 at 12:21 #

    Alhamdulillah…msh bs menjaga diri dn hati tuk tidak berpacaran sampai saat ne….walo sering disangkain ga normal…xixixixi
    syukron ya mbk postingannya…megang banget…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 20.348 pengikut lainnya.